Emitentrust.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,69 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh sekitar 5,0% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,41 triliun.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BNI mencapai Rp919,32 triliun, meningkat 2,2% dibanding posisi akhir 2025 sebesar Rp899,53 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar.
Kinerja positif ini turut ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik menjadi Rp11,03 triliun dari Rp9,83 triliun pada kuartal I-2025. Selain itu, pendapatan operasional lainnya juga meningkat menjadi Rp5,66 triliun.
Namun demikian, BNI mencatatkan kenaikan beban pencadangan (CKPN) menjadi Rp2,42 triliun dari Rp1,76 triliun, serta beban operasional yang naik menjadi Rp7,48 triliun, seiring ekspansi bisnis dan tekanan biaya.
Dari sisi neraca, total aset BNI tumbuh menjadi Rp1.426,76 triliun, naik dari Rp1.362,05 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp1.100,58 triliun, mencerminkan pertumbuhan likuiditas yang solid.
Meski laba bersih meningkat, laba komprehensif turun signifikan menjadi Rp2,67 triliun akibat penurunan nilai wajar instrumen keuangan yang tercermin pada komponen penghasilan komprehensif lain.


