back to top

Pemegang Saham AYAM Drop! Haji Singgih Januratmoko Pengendali Tunggal

Emitentrust.com – PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) mengungkap struktur kepemilikan saham terbaru per April 2026 yang menunjukkan tingginya dominasi pemegang saham pengendali serta terbatasnya porsi saham publik atau free float perseroan.

Dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek (LBRE), saham free float AYAM tercatat hanya sebesar 23,47% atau setara sekitar 938,8 juta saham dari total saham tercatat sebanyak 4 miliar saham.

Berdasarkan data registrasi pemegang saham, Komisaris AYAM, Haji Singgih Januratmoko, tercatat menggenggam sebanyak 3,06 miliar saham atau setara 76,55% kepemilikan.

Jumlah tersebut membuat Haji Singgih menjadi pengendali utama sekaligus pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) perseroan.

Sementara itu, Direktur AYAM, Fadhl Muhammad, memiliki sekitar 67,26 juta saham atau setara 1,68% saham perseroan.

Dalam laporan tersebut, perseroan juga menegaskan bahwa tidak terdapat saham treasuri maupun saham yang sedang dalam status sita atau blokir.

Menariknya, meski free float terbatas, investor individu masih mendominasi struktur kepemilikan saham non-warkat AYAM.

Data KSEI menunjukkan investor kategori individu hanya menguasai sekitar 3,81 miliar saham.

Sementara itu jumlah SID pemegang saham AYAM tercatat sedikit menurun dari 7.677 investor menjadi 7.672 investor.

Perseroan menyebut jumlah saham free float AYAM tidak mengalami perubahan dibanding bulan sebelumnya, yakni tetap di level 23,47%.

Selain itu, tidak terdapat tambahan saham lock up maupun saham milik private equity dan modal ventura yang mempengaruhi perhitungan free float.

Melalui keterbukaan informasi ini, AYAM juga menegaskan bahwa seluruh perhitungan free float telah mengikuti ketentuan Bursa Efek Indonesia dengan mengecualikan saham milik pengendali, afiliasi pengendali, direksi, komisaris, hingga saham hasil buyback.

PT Janu Putra Sejahtera Tbk dengan kode saham AYAM saat ini diperdagangkan di level Rp336 per saham, melonjak signifikan dibanding harga penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp100 per saham.

AYAM resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 November 2023 dengan melepas sebanyak 800 juta saham kepada publik atau setara 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp80 miliar. Setelah IPO, total saham tercatat AYAM mencapai 4 miliar saham, terdiri dari 3,2 miliar saham pendiri dan 800 juta saham publik.

Dalam proses IPO, PT UOB Kay Hian Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek, sementara administrasi efek perseroan dikelola oleh PT Bima Registra.

AYAM tercatat di papan pengembangan BEI.

Artikel Terkait

Emiten Ini Dikuasai Investor Jumbo Asing 89% Saham, Sisanya Publik

Citra Tubindo Tbk mengungkap komposisi terbaru pemegang saham publik dan pengendali dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per April 2026.

BEI dan KSEI Keluarkan Pengumuman Penting Saham WBSA

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan bahwa saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) memiliki tingkat kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

ADRO Buka Data, Tiga Bos Besar Muncul Sebagai Pemilik Akhir

Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengungkapkan laporan bulanan registrasi pemegang efek (LBRE) periode April 2026 dengan sejumlah sorotan penting, mulai dari penurunan free float

Populer 7 Hari

Berita Terbaru