back to top

PSAB Raup Laba US$36 Juta di 2025, Naik Hampir 4 Kali Lipat!

Emitentrust.com – PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatatkan lonjakan laba bersih signifikan sepanjang tahun buku 2025 seiring kenaikan penjualan dan perbaikan kinerja operasional.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak sekitar 285,2% menjadi US$36,29 juta hingga 31 Desember 2025, dibandingkan US$9,42 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi pendapatan, PSAB membukukan penjualan sebesar US$288,75 juta atau tumbuh sekitar 22,3% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$236,01 juta.

Kenaikan pendapatan turut mendorong laba kotor perseroan melonjak menjadi US$170,18 juta dari sebelumnya US$113,78 juta.

Sementara itu, laba sebelum pajak juga melesat menjadi US$65,36 juta dibandingkan US$23,66 juta pada tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, perseroan berhasil menekan total liabilitas menjadi US$367,04 juta hingga akhir 2025, turun dari posisi US$464,22 juta pada akhir 2024.

Adapun total aset PSAB tercatat sebesar US$821,56 juta hingga 31 Desember 2025, sedikit menurun dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya sebesar US$866,71 juta.

Artikel Terkait

Laba NANO Melejit 492%, Pendapatan Tembus Rp218M di Semester I-2026

PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,54 miliar pada semester I 2026, melonjak 492,4% dibandingkan Rp428,88 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Merdeka Battery Materials (MBMA) Tawarkan Obligasi Rp2,33T, Bunga 9-10,5%, Ini Jadwalnya

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) kembali menghimpun dana melalui pasar obligasi. Perseroan akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials Tahap V Tahun 2026 senilai Rp2,336 triliun.

MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, BEI Ungkap Respons soal Rebalancing

Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan akan terus berkomunikasi dengan MSCI dan investor global menyusul hasil tinjauan tahunan indeks MSCI 2026. Dalam hasil review tersebut, status Indonesia sebagai bagian dari kelompok emerging market tetap dipertahankan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru