Emitentrust.com – PT Atlas Resources Tbk (ARII) memutuskan tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 30 Juni 2026.
RUPS yang dihadiri pemegang saham mewakili 2,81 miliar saham atau 74,853% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah menyetujui penggunaan laba dengan tidak membagikan dividen. Perseroan menjelaskan keputusan tersebut diambil karena masih mencatatkan saldo laba negatif.
Selain itu, pemegang saham juga menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan serta Laporan Keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris. Rapat sekaligus memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.
Dalam agenda lainnya, RUPS memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026. Direksi juga diberi kewenangan untuk menetapkan honorarium serta persyaratan lain terkait penunjukan auditor tersebut.
Rapat turut menetapkan remunerasi dan fasilitas bagi Dewan Komisaris untuk tahun 2026 dengan nilai total paling banyak Rp5 miliar. Sementara itu, kewenangan untuk menetapkan gaji, remunerasi, tunjangan, dan fasilitas bagi Direksi dilimpahkan kepada Dewan Komisaris.
Pada perdagangan hari ini Kamis (2/7) saham ARII turun 3,55 persen di level Rp272.
Sebagai informasi, PT Atlas Resources Tbk (ARII) membukukan laba bersih pada tahun 2025 sebesar Rp 21,7 miliar. Naik bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 sebesar Rp 21,5 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp 5,78 per lembar.


