Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (2/7/2026). IHSG ditutup naik 49,44 poin atau 0,87% ke level 5.744,55, setelah sehari sebelumnya juga berakhir di zona hijau.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 5.694 hingga 5.806 setelah dibuka di level 5.695. Penguatan indeks ditopang mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan sektor perindustrian memimpin kenaikan sebesar 2,97%, diikuti sektor transportasi 2,22%, barang baku 2,16%, barang konsumer non-primer 1,78%, serta properti dan real estate 1,04%.
Selain itu, sektor teknologi menguat 0,81%, sektor keuangan naik 0,72%, sektor energi bertambah 0,13%, dan sektor infrastruktur menguat tipis 0,03%. Di sisi lain, hanya dua sektor yang ditutup di zona merah, yakni sektor kesehatan yang turun 0,47% dan sektor barang konsumer primer yang melemah 0,32%.
Aktivitas perdagangan tergolong ramai dengan total volume mencapai 20,30 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp10,90 triliun. Sebanyak 395 saham menguat, 219 saham melemah, sementara 169 saham lainnya ditutup tidak berubah.
Deretan top gainers dipimpin oleh COCO yang melesat 34,88% ke level 232, disusul MMIX naik 25% ke 580, TRUS menguat 25% ke 545, BEEF melonjak 25% ke 200, dan RMKO naik 24,80% ke 312.
Sementara itu, saham-saham yang masuk daftar top losers antara lain OMED yang turun 11,27% ke 181, BKDP melemah 9,80% ke 92, BTEK turun 9,09% ke 10, KREN terkoreksi 8,33% ke 11, serta DAYA merosot 7,84% ke 940.
Di jajaran saham LQ45, penguatan terbesar dibukukan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melesat 8,70% ke Rp1.500 per saham, diikuti PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 7,19% ke Rp1.715, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menguat 6,85% ke Rp515 per saham.
Sebaliknya, saham LQ45 yang mencatat pelemahan terdalam adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang turun 3,71% ke Rp1.945 per saham, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melemah 2,61% ke Rp745, serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) terkoreksi 1,89% ke Rp3.110 per saham.


