ADHI Beber Dana Rights Issue 2022, Rp378M Masih Parkir di 4 Bank
EmitenTrust.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengungkapkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum terbatas atau rights issue ADHI-R yang telah memperoleh pernyataan efektif pada 7 Oktober 2022. Dari hasil bersih penawaran umum sebesar Rp2,651 triliun, perseroan telah merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp2,272 triliun.
Berdasarkan laporan penggunaan dana hasil penawaran umum ADHI, perseroan meraih dana bruto sebesar Rp2,665 triliun. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp14,22 miliar, hasil bersih yang diperoleh mencapai Rp2,651 triliun.
Dari jumlah tersebut, dana yang telah direalisasikan mencapai Rp2,272 triliun, sedangkan masih terdapat sisa dana Rp378,69 miliar. Dengan demikian, sekitar 85,7% dana bersih hasil rights issue telah direalisasikan, sementara sekitar 14,3% masih tersisa.
Penggunaan terbesar dana rights issue ADHI dialokasikan untuk setoran modal kepada PT Jasamarga Jogja Solo dalam rangka membiayai pembangunan proyek Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo.
Berdasarkan realisasi penggunaan dana, ADHI telah mengalokasikan Rp2,005 triliun untuk proyek tersebut. Nilai ini setara sekitar 76% dari hasil bersih rights issue.
Selanjutnya, ADHI merealisasikan Rp535 miliar atau sekitar 20% untuk setoran modal kepada PT Jasamarga Jogja Bawen guna membiayai pembangunan proyek Tol Yogyakarta-Bawen.
Perseroan juga menggunakan Rp70 miliar atau sekitar 3% untuk setoran modal kepada PT Jalintim Adhi Abipraya.
Sementara itu, sebesar Rp41,50 miliar atau sekitar 2% digunakan untuk investasi di bidang pengolahan limbah dan jalan tol.
Jika dijumlahkan, seluruh realisasi tersebut mencapai sekitar Rp2,651 triliun, sesuai dengan dana bersih hasil rights issue.
Dalam prospektus, ADHI sebelumnya merencanakan penggunaan dana bersih rights issue sebesar Rp2,272 triliun untuk sejumlah kebutuhan.
Rencana terbesar adalah setoran modal kepada PT Jasamarga Jogja Solo sebesar Rp1,684 triliun atau sekitar 74%.
Kemudian, sebesar Rp532,19 miliar atau sekitar 23% direncanakan sebagai setoran modal kepada PT Jasamarga Jogja Bawen.
ADHI juga merencanakan Rp54,32 miliar atau sekitar 2% untuk PT Jalintim Adhi Abipraya serta Rp2,69 miliar atau sekitar 1% untuk investasi di bidang pengolahan limbah dan jalan tol.
Dalam realisasinya, alokasi kepada PT Jasamarga Jogja Solo meningkat menjadi Rp2,005 triliun, sedangkan setoran kepada PT Jasamarga Jogja Bawen mencapai Rp535 miliar.
Menariknya, sisa dana rights issue ADHI sebesar Rp378,69 miliar masih ditempatkan pada sejumlah rekening bank.
Dana tersebut ditempatkan pada Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BTN dengan tingkat bunga antara 1% hingga 4% dan jangka waktu penyimpanan on demand.
Rinciannya, sebesar Rp13,11 miliar ditempatkan di Bank BNI dengan bunga 2%. Kemudian, Rp211,37 miliar ditempatkan di Bank BRI dengan bunga 4%. Sebesar Rp106,95 miliar ditempatkan di Bank Mandiri dengan bunga 4%, sementara Rp59,29 miliar ditempatkan di Bank BTN dengan bunga 1%.