back to top

AGII Raup Laba Rp65,19M, Melonjak 188,4% di Semester I-2026

Emitentrust.com – PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp65,19 miliar pada semester I-2026, melonjak 188,45% dibandingkan Rp22,60 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Seiring dengan itu, pendapatan perseroan meningkat 9,22% menjadi Rp1,54 triliun dari Rp1,41 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan AGII yang diterbitkan Selasa (20/7) disebutkan, peningkatan penjualan turut mendorong laba kotor naik 12,77% menjadi Rp725,63 miliar dibandingkan Rp643,44 miliar pada semester I-2025.

Kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan. Laba usaha meningkat 23,11% menjadi Rp226,88 miliar dari Rp184,29 miliar. Sementara itu, laba sebelum pajak melonjak 182,33% menjadi Rp78,91 miliar dibandingkan Rp27,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan juga mencatat peningkatan signifikan pada laba per saham dasar (earnings per share/EPS) menjadi Rp21 dari Rp7, atau meningkat sekitar 200%, sejalan dengan lonjakan laba bersih selama enam bulan pertama tahun ini.

Dari sisi neraca, total liabilitas turun menjadi Rp4,55 triliun per 30 Juni 2026 dari Rp4,61 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total aset tercatat Rp8,42 triliun, sedikit turun dibandingkan Rp8,45 triliun per 31 Desember 2025.

Artikel Terkait

Spindo (ISSP) Bukukan Laba Naik 12,7%, Pendapatan Tembus Rp2,8T di Semester I

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp240,54 miliar pada semester I-2026,

Ace Oldfields (KUAS) Catat Laba Ambles 42%, Sisa Rp2M di Semester I-2026

PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) membukukan laba bersih sebesar Rp2,01 miliar pada semester I-2026, turun 41,91% dibandingkan Rp3,46 miliar

Samuel Sekuritas Cairkan Repo BKSL 915 Juta Saham Harga Rp101 per Lembar

Samuel Sekuritas Indonesia melepas 915.811.800 saham PT Sentul City Tbk (BKSL) dengan nilai transaksi sekitar Rp92,50 miliar. Penjualan tersebut dilakukan dalam rangka pencairan fasilitas repurchase agreement (repo) sehingga kepemilikan sahamnya

Populer 7 Hari

Berita Terbaru