back to top

Alsok Resmi Jadi Pengendali Baru SOSS

Emitentrust.com – Emiten penyedia jasa alih daya, PT Shield On Service Tbk (SOSS), secara resmi mengumumkan efektifnya penggabungan usaha (merger) dengan PT ALSOK BASS Indonesia Security Services (AB) per tanggal 1 April 2026. Langkah strategis ini telah mendapatkan restu dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Dalam aksi ini, SOSS bertindak sebagai entitas yang menerima penggabungan (surviving entity), sementara PT ALSOK BASS Indonesia Security Services resmi berakhir status badan hukumnya. Pasca merger, seluruh aset, liabilitas, serta ekuitas dari AB secara otomatis beralih ke dalam pembukuan SOSS.

Selain itu, seluruh pemegang saham AB kini telah bertransformasi menjadi pemegang saham SOSS sesuai dengan rasio konversi saham yang telah disepakati sebelumnya dalam Rancangan Penggabungan.

Penggabungan ini menandai babak baru bagi struktur organisasi dan permodalan perusahaan.Salah satu perubahan paling signifikan terjadi pada peta kepemilikan saham perusahaan.

ALSOK CO., Ltd. kini resmi menduduki posisi sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan mayoritas saham pada SOSS. Perubahan pengendali ini diharapkan dapat memperkuat posisi SOSS sebagai bagian integral dari jaringan global grup ALSOK.

Manajemen SOSS menyatakan bahwa penggabungan usaha ini akan membawa dampak positif terhadap berbagai aspek, mulai dari operasional hingga kondisi keuangan. Dengan integrasi ini, perseroan optimis dapat meningkatkan skala usaha serta mencapai efisiensi operasional yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Perseroan kini menjadi entitas yang lebih besar dan terintegrasi di pasar jasa keamanan dan manajemen fasilitas. Dari sisi keberlangsungan usaha, masuknya SOSS ke dalam grup ALSOK secara penuh diharapkan mampu memperkuat struktur permodalan untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.

Direktur Utama SOSS, Yoshinobu Nagao, menegaskan bahwa seluruh hak dan kewajiban hukum dari entitas yang bergabung telah sepenuhnya beralih kepada perseroan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru