EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

Antam (ANTM) Cetak Laba Rp6,9T, Naik 34% di Semester I-2026, Ini Pendorongnya

Oleh Komarudin 29 Aug 2026 01:21 3 menit baca

EmitenTrust.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam membukukan laba bersih Rp6,91 triliun pada semester I-2026. Capaian tersebut melonjak 34% dibandingkan laba bersih Rp5,14 triliun pada semester I-2025.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh penguatan kinerja operasional dan peningkatan profitabilitas di tengah dinamika industri pertambangan serta fluktuasi pasar komoditas.

Sejalan dengan kenaikan laba, EBITDA Antam pada semester I-2026 mencapai Rp9,62 triliun, tumbuh 35% dibandingkan EBITDA Rp7,11 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Antam Untung Budiharto mengatakan, pada semester I-2026 perseroan mampu mempertahankan kinerja keuangan yang positif melalui penguatan kinerja operasional serta disiplin pengelolaan modal kerja, arus kas, dan likuiditas.

"Pada 1H26 Perusahaan mampu mempertahankan kinerja keuangan yang positif, didukung oleh penguatan kinerja operasional serta penerapan disiplin pengelolaan modal kerja, arus kas, dan likuiditas secara konsisten," ujar Untung.

Dari sisi profitabilitas, Antam mencatat laba kotor sebesar Rp10,85 triliun, meningkat 32% dibandingkan Rp8,24 triliun pada semester I-2025.

Laba usaha juga tumbuh 38% menjadi Rp8,44 triliun, dari Rp6,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, penghasilan lain-lain meningkat 41% menjadi Rp559,37 miliar, dari Rp395,42 miliar. Kenaikan tersebut terutama didukung oleh laba selisih kurs dan bagian keuntungan entitas asosiasi.

Kinerja tersebut turut mendorong laba bersih per saham dasar Antam menjadi Rp265,85 per saham, naik 36% dibandingkan Rp195,43 per saham pada semester I-2025.

Dari sisi pendapatan, Antam mencatat penjualan bersih sebesar Rp62,71 triliun pada semester I-2026, tumbuh 6% dibandingkan Rp59,02 triliun pada semester I-2025.

Pasar domestik masih menjadi penopang utama. Penjualan domestik mencapai Rp60,15 triliun, atau sekitar 96% dari total penjualan bersih Antam.

Pertumbuhan penjualan domestik terutama berasal dari produk emas, bijih nikel, dan bijih bauksit.

Komoditas emas masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 80% dari total penjualan Antam.

Penjualan emas mencapai Rp50,39 triliun, naik 1% dari Rp49,68 triliun pada semester I-2025.

Dari sisi volume, penjualan emas Antam pada semester I-2026 mencapai 18.080 kilogram atau 581.286 troy ounce. Sementara produksi emas dari tambang perseroan mencapai 433 kilogram atau 13.921 troy ounce.

Antam juga terus memperkuat pengelolaan persediaan emas dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar, strategi pengadaan dan harga, serta efisiensi penggunaan modal kerja.

Segmen nikel yang mencakup feronikel dan bijih nikel memberikan kontribusi sekitar 17% terhadap total penjualan Antam.

Nilai penjualan segmen tersebut mencapai Rp10,41 triliun, tumbuh 32% dibandingkan Rp7,87 triliun pada semester I-2025.

Produksi bijih nikel Antam sepanjang semester I-2026 mencapai 7,78 juta wet metric ton (wmt), sementara penjualannya mencapai 6,77 juta wmt.

Untuk feronikel, produksi tercatat sebesar 7.788 ton nikel dalam feronikel (TNi). Sementara penjualan feronikel mencapai 7.605 TNi, meningkat 32% dibandingkan 5.763 TNi pada semester I-2025.

Segmen bauksit dan alumina menyumbang sekitar 3% terhadap total penjualan Antam, dengan nilai mencapai Rp1,88 triliun.

Nilai tersebut meningkat 28% dibandingkan Rp1,46 triliun pada semester I-2025.

Produksi bauksit mencapai 1,28 juta wmt, sedangkan penjualannya mencapai 1,26 juta wmt, tumbuh 24% dibandingkan 1,01 juta wmt pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, produksi chemical grade alumina mencapai 100.257 ton, meningkat 12% dari 89.385 ton pada semester I-2025.

Penjualan alumina juga meningkat 10% menjadi 100.437 ton, dari 91.109 ton pada semester I-2025.

Penguatan kinerja juga tercermin pada posisi keuangan Antam. Total aset perseroan pada semester I-2026 mencapai Rp61,27 triliun, meningkat 27% dibandingkan Rp48,38 triliun pada semester I-2025.

Ekuitas Antam juga meningkat 14% menjadi Rp38,53 triliun, dari Rp33,71 triliun pada semester I-2025.

Sementara itu, kas dan setara kas perseroan tetap terjaga pada level Rp9,23 triliun.

Posisi likuiditas tersebut memberikan fleksibilitas keuangan bagi Antam untuk memenuhi kebutuhan operasional, menjaga likuiditas, serta mendukung pelaksanaan proyek-proyek strategis perseroan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira mengatakan, perseroan akan terus memastikan pertumbuhan profitabilitas dapat dikonversikan menjadi arus kas yang sehat dan berkelanjutan.

"Fokus kami adalah memastikan kinerja tersebut dapat dikonversikan menjadi arus kas yang sehat dan berkelanjutan," ujar Arini.

Topik terkait
ANTM PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) semester I-2026 laporan keuangan interim tambang emas