ARKO Bangun PLTA 20 MW Senilai Rp287M, Ini Detailnya
EmitenTrust.com - PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) mengungkap transaksi material senilai Rp287,98 miliar yang berkaitan dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pongbembe berkapasitas 20 megawatt (MW).
Transaksi tersebut dilakukan melalui dua anak usaha yang berada dalam kendali ARKO, yakni PT Arkora Ekon Indonesia (Aekon) dan PT Nosu Hydro (Nosu). Keduanya menandatangani perjanjian konstruksi pembangunan PLTA Pongbembe pada 7 September 2026.
Nilai kontrak tersebut mencapai Rp287.981.228.000. Besarnya transaksi setara sekitar 56% dari ekuitas ARKO, yang berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp516,2 miliar.
Meski masuk kategori transaksi material, ARKO menyatakan transaksi tersebut termasuk transaksi yang dikecualikan berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasalnya, transaksi dilakukan oleh anak perusahaan yang secara langsung dikendalikan perseroan dengan kepemilikan sekitar 99%.
Dengan demikian, ARKO tidak diwajibkan menggunakan penilai independen maupun meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kendati demikian, transaksi tetap dilaporkan kepada OJK sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi.
Dari sisi hubungan afiliasi, Aekon dan Nosu merupakan bagian dari kelompok usaha ARKO. Perseroan memiliki kepemilikan lebih dari 99% pada masing-masing entitas, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Transaksi tersebut juga melibatkan jajaran manajemen yang memiliki posisi lintas entitas. Struktur ini dinilai memberikan kemudahan dalam koordinasi serta konsolidasi kepentingan bisnis dalam pelaksanaan proyek.
ARKO menyebut pelaksanaan transaksi dengan entitas terafiliasi juga memberikan sejumlah keuntungan, terutama dari sisi efisiensi operasional, penyelarasan tujuan bisnis dan perlindungan strategi serta rahasia perusahaan.
Dengan pembangunan PLTA Pongbembe berkapasitas 20 MW tersebut, transaksi ini menjadi bagian dari aktivitas bisnis utama ARKO di sektor pembangkitan listrik berbasis energi baru dan terbarukan, khususnya tenaga air.
Meski nilai transaksi cukup besar terhadap ekuitas perseroan, ARKO menyatakan transaksi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kondisi keuangan perseroan.
Sebagai informasi PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) berafiliasi dengan Grup Astra melalui PT United Tractors Tbk dan didukung oleh pengendali utamanya yaitu PT Arkora Bakti Indonesia serta Mbloc Group, Keluarga Artoko. [1]
Struktur Kepemilikan Utama ARKO yaitu PT Arkora Bakti Indonesia, Pemegang saham pengendali mayoritas sekitar 47,52%.PT Energia Prima Nusantara, Anak usaha PT United Tractors Tbk (bagian dari PT Astra International Tbk) yang memiliki kepemilikan sekitar 26,55%. ACEI Singapore Holdings memiliki sekitar 10,07% saham dan Masyarakat, memiliki sekitar 15,64% saham.