back to top

ASLC Setujui Tebar Dividen dan Buyback Saham 10%

Emitentrust.com – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp1 per saham atau senilai total Rp12,7 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (19/5/2026) di Jakarta.

Pembagian dividen tersebut didorong oleh kinerja positif perseroan sepanjang tahun 2025 hingga kuartal I 2026.

Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui aksi pembelian kembali saham (buyback) sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.

Manajemen menyebut salah satu tujuan buyback tersebut untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham ASLC di pasar.

Pada kuartal I 2026, ASLC mencatatkan pendapatan sebesar Rp283,6 miliar atau tumbuh 27,5% secara tahunan (year on year/YoY). Sementara laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp7,4 miliar.

Kontributor terbesar pendapatan ASLC masih berasal dari lini bisnis penjualan mobil bekas Caroline.id. Sepanjang tahun 2025, kontribusi Caroline.id terhadap total pendapatan Perseroan mencapai 72,8%. Angka tersebut bahkan meningkat menjadi 82,7% pada kuartal pertama 2026.

Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra mengatakan pertumbuhan bisnis Caroline.id menjadi landasan kuat optimisme perseroan untuk mengejar target pertumbuhan dobel digit pada tahun ini.

“Pendapatan Caroline.id pada kuartal pertama tahun ini tumbuh 51% YoY. Mengingat kontribusi Caroline.id yang sangat besar terhadap total pendapatan Perseroan, kinerja segmen penjualan mobil bekas yang sangat kuat bagi optimisme kami dalam melihat prospek kinerja tahun ini,” ujar Jany.

ASLC yang memiliki lini bisnis lelang kendaraan melalui JBA, retail mobil bekas melalui Caroline.id, serta bisnis pegadaian MotoGadai, juga telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp15 miliar hingga Rp20 miliar pada tahun ini.

Dana capex tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi jaringan Caroline.id dengan rencana pembukaan 2-3 cabang baru di wilayah Jakarta maupun Jawa Barat.

“Untuk penentuan lokasi dan pelaksanaan ekspansi ini, kami masih mempertimbangkan berbagai hal, termasuk di dalamnya kondisi ekonomi dan perkembangan geopolitik,” imbuh Jany.

Artikel Terkait

Properti Masih On The Track, Pasar Rumah Second Jadi Kunci

Pasar properti nasional pada tahun ini diproyeksikan tetap berada di jalur positif seiring meningkatnya tren penjualan rumah second atau pasar sekunder di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi momentum baru

Jelang Rights Issue, Penguatan Dollar Jadi Angin Segar CBRE

Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mulai menjadi sentimen positif bagi emiten perkapalan dan logistik energi yang memiliki pendapatan berbasis dolar AS.

IHSG Ditutup Ambruk Lagi, 10 Sektor Rontok!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk pada akhir perdagangan Selasa (19/5/2026). IHSG anjlok 228,56 poin atau 3,46% ke level 6.370,67

Populer 7 Hari

Berita Terbaru