Emitentrust.com – PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) berbalik arah pada tahun buku 2025. Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp48,32 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya yang masih membukukan laba Rp55,64 miliar.
Dengan demikian, terjadi penurunan kinerja hingga sekitar 186,9% secara tahunan (year-on-year).
Dalam alpiran keuangan yang berakhir 31 Desember 2025 disebutkan penurunan ini terjadi di tengah melemahnya pendapatan bunga bersih serta meningkatnya beban operasional dan pajak.
Secara rinci, pendapatan bunga bank tercatat sebesar Rp678,78 miliar, turun dari Rp734,56 miliar pada 2024.
Sementara itu, beban bunga meningkat menjadi Rp331,82 miliar, membuat pendapatan bunga bersih tergerus menjadi Rp346,96 miliar, dari sebelumnya Rp450,92 miliar.
Dari sisi non-bunga, pendapatan operasional lainnya juga mengalami penurunan tipis menjadi Rp85,61 miliar dari Rp93,23 miliar. Meski demikian, bank berhasil mencatat pemulihan cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp79,25 miliar, meningkat dari Rp19,02 miliar tahun sebelumnya.
Namun, tekanan terbesar datang dari sisi beban. Total beban operasional lainnya masih tinggi meski turun menjadi Rp364,23 miliar. Selain itu, beban pajak melonjak signifikan menjadi Rp99,17 miliar, dari Rp30,77 miliar pada 2024, yang turut menekan laba hingga berbalik rugi.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit justru menunjukkan pertumbuhan. Kredit yang diberikan naik menjadi Rp9,40 triliun (neto), dibandingkan Rp7,97 triliun pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, total aset perseroan meningkat menjadi Rp13,20 triliun dari Rp12,85 triliun pada 2024. Dana pihak ketiga (DPK) juga naik menjadi Rp8,14 triliun dari Rp7,34 triliun, mencerminkan masih adanya kepercayaan nasabah.
Di sisi lain, ekuitas tercatat menurun menjadi Rp4,71 triliun dari Rp4,75 triliun, seiring akumulasi rugi berjalan.


