Emitentrust.com- PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) Emiten batu bara pelat merah sepanjang 2025 mencatat laba bersih anjlok 42,42% menjadi Rp2,96 triliun, dari Rp5,14 triliun pada tahun sebelumnya.
Dalam laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2025 disebutkan, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun, sedikit turun dibandingkan Rp42,76 triliun pada 2024.
Dari sisi operasional, tekanan terlihat jelas pada laba usaha yang merosot tajam menjadi Rp3,21 triliun, dari Rp5,65 triliun di tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh kenaikan beban pokok pendapatan yang mencapai Rp36,39 triliun, naik dari Rp34,56 triliun.
Selain itu, beban umum dan administrasi serta beban penjualan juga ikut membebani kinerja, masing-masing tercatat sebesar Rp2,34 triliun dan Rp812,60 miliar.
Meski demikian, kontribusi dari entitas asosiasi dan ventura bersama masih memberikan bantalan dengan laba sebesar Rp671,56 miliar.
Di sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp43,92 triliun dari Rp41,79 triliun. Namun, total liabilitas juga ikut naik menjadi Rp21,30 triliun dari Rp19,14 triliun.
Sementara itu, laba per saham dasar turun signifikan menjadi Rp254 per saham, dibandingkan Rp444 per saham pada tahun sebelumnya.


