BEEF Buyback Saham Harga Terkerek, Total Tembus Rp9,46M
EmitenTrust.com - PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) telah merealisasikan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak 52,56 juta saham hingga periode 18 Agustus 2026. Perseroan telah menggelontorkan dana sekitar Rp9,46 miliar dalam aksi korporasi tersebut.
Berdasarkan laporan hasil pelaksanaan buyback yang disampaikan Perseroan, pembelian kembali saham dilakukan dalam periode 19 Mei 2026 hingga 18 Agustus 2026 dengan mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam keterbukaan informasi tersebut, BEEF sebelumnya menyampaikan rencana membeli kembali maksimal 333,33 juta saham dengan nilai maksimal mencapai Rp100 miliar. Saham hasil buyback tersebut akan masuk sebagai saham treasuri.
Hingga laporan terakhir, total saham yang telah dibeli mencapai 52.558.600 saham, dengan total dana yang telah digunakan sekitar Rp9,46 miliar.
Dengan demikian, Perseroan masih memiliki sisa dana buyback sekitar Rp90,54 miliar dari anggaran maksimal Rp100 miliar.
Dalam pelaksanaannya, BEEF melakukan pembelian saham pada kisaran harga yang cukup bervariasi.
Pada periode awal, harga rata-rata pembelian berada di kisaran Rp132-Rp167 per saham. Jumlah pembelian kemudian meningkat ketika harga saham bergerak lebih tinggi.
Pada Juli 2026, harga rata-rata pembelian BEEF tercatat beberapa kali berada di atas Rp260 per saham. Pembelian tertinggi dalam daftar tersebut terjadi pada 21 Juli 2026 sebanyak 200.000 saham dengan harga rata-rata Rp292 per saham, sedangkan pada 22 Juli 2026 Perseroan membeli 827.500 saham dengan harga rata-rata Rp298 per saham.
Secara keseluruhan, harga rata-rata pembelian dalam akumulasi transaksi yang dilaporkan tercatat sekitar Rp299 per saham.
Jika dibandingkan dengan rencana maksimal 333,33 juta saham, jumlah saham yang telah direalisasikan baru sekitar 15,77% dari target buyback.
Artinya, BEEF masih memiliki ruang untuk melakukan pembelian kembali hingga sekitar 280,77 juta saham, dengan sisa anggaran sekitar Rp90,54 miliar.
Aksi buyback tersebut dilakukan berdasarkan kebijakan OJK terkait pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
Saham hasil pembelian kembali akan menjadi saham treasuri Perseroan. Kebijakan tersebut memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengelola struktur permodalan sekaligus menjadi salah satu instrumen dalam menjaga stabilitas harga saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.
Pada perdagangan hari ini Rabu (19/8) saham BEEF yang ssat ini disuspensi berada di level Rp476 lantaran terjadi lonjakan harga saham. Dalam sepekan terakhir, harga BEEF telah naik sekitar 14,9%.
Jika dibandingkan dengan posisi pada 20 Juli 2026 yang berada di level Rp270, saham BEEF telah melonjak sekitar 76,3% dalam sebulan.