back to top

Begini Kata Pefindo Soal Prospek Usaha RS Hermina (HEAL)

Emitentrust.com – PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) kembali memperoleh penegasan peringkat idAA dari PEFINDO untuk perusahaan maupun Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2020. Selain itu, PEFINDO juga menetapkan prospek stabil terhadap Perseroan.

Dalam laporannya, PEFINDO menilai peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar HEAL yang sangat kuat di industri rumah sakit nasional, didukung profil keuangan yang sangat kuat serta margin laba yang stabil.

Namun demikian, PEFINDO menilai ketatnya persaingan di industri kesehatan masih menjadi salah satu faktor pembatas bagi peringkat Perseroan.

PEFINDO menyebut peringkat HEAL berpotensi dinaikkan apabila Perseroan mampu memperkuat profil bisnis secara signifikan, terutama melalui penambahan jumlah rumah sakit dan kapasitas tempat tidur operasional guna memperluas pangsa pasar dan meningkatkan profitabilitas.

Di sisi lain, lembaga pemeringkat juga mengingatkan bahwa peringkat dapat tertekan apabila pendapatan maupun EBITDA Perseroan berada jauh di bawah target, margin laba melemah, atau Perseroan menambah utang dalam jumlah lebih tinggi dari proyeksi sehingga memperburuk profil keuangan perusahaan.

PT Medikaloka Hermina Tbk sendiri didirikan pada 1999 dan bergerak di sektor layanan kesehatan dengan merek rumah sakit Hermina.

Hingga 31 Maret 2026, Perseroan tercatat mengoperasikan 53 rumah sakit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan fokus pada segmen masyarakat berpenghasilan menengah.

Dari sisi kepemilikan saham, jajaran Direksi dan Komisaris Perseroan menggenggam sekitar 20,95% saham, sementara Astra International melalui Grup Astra memiliki 20,18% saham.

Adapun Lydia Immanuel tercatat memiliki 5,56% saham, sedangkan sisanya sebesar 53,31% dimiliki publik.

Artikel Terkait

RUPSLB Wika Beton (WTON) Setujui Dua Agenda Strategis, Ini Keputusannya

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 pada Jumat (10/7/2026) yang menyetujui dua agenda strategis, yakni perubahan rumusan Penghasilan Dasar Pensiun

Free Float GPSO 56,61%, Grup Tjokro Kuasai 37,63% Saham, Ini Sosok UBO

PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melaporkan free float perseroan turun menjadi 56,61% pada akhir Juni 2026 dari 57,29% pada bulan sebelumnya. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah saham free float tercatat

Bank Raya (AGRO) Kembali Unjuk Gigi Lewat Inovasi Digital

Bank Raya, (AGRO) bank digital bagian dari BRI Group, kembali mendapatkan penghargaan dari 2 media nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap dampak positif Bank Raya di industri bank digital.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru