back to top

BEI Bekukan 24 Saham yang Ekuitasnya Negatif, Cek Daftar Emitennya!

Emitentrust.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham 24 emiten mulai sesi I Periodic Call Auction atau FCA pada Rabu, 1 Juli 2026.

Kebijakan ini diberlakukan terhadap emiten yang telah berada di Papan Pemantauan Khusus selama lebih dari satu tahun dan memiliki ekuitas negatif berdasarkan laporan keuangan terakhir.

Keputusan tersebut mengacu pada Peraturan Bursa Nomor I-X tentang Penempatan Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas pada Papan Pemantauan Khusus. Bursa menyebut, sejak 21 Juni 2024 emiten yang memenuhi kriteria telah ditempatkan di Papan Pemantauan Khusus dan kini memasuki batas waktu lebih dari satu tahun.

Sebanyak 19 emiten yang sebelumnya masih aktif diperdagangkan akan dikenakan suspensi di seluruh pasar mulai 1 Juli 2026, yakni:

PT Mahaka Media Tbk (ABBA)
PT Sepatu Bata Tbk (BATA)
PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI)
PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP)
PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO)
PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI)
PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD)
PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN)
PT Intraco Penta Tbk (INTA)
PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW)
PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN)
PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI)
PT Modern Internasional Tbk (MDRN)
PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN)
PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX)
PT Singaraja Putra Tbk (SINI)
PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT)
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

Selain itu, lima emiten yang sebelumnya telah disuspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai akan dikenakan suspensi di seluruh pasar, yaitu:

PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI)
PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA)
PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB)
PT Indofarma Tbk (INAF)
PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO)

Sementara itu, BEI juga melanjutkan suspensi di seluruh pasar terhadap 13 emiten, yakni PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Century Textile Industry Tbk (CNTX), PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL), PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA), PT HK Metals Utama Tbk (HKMU), PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY), PT Onix Capital Tbk (OCAP), PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY), PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA), PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU), PT Siwani Makmur Tbk (SIMA), dan PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO).

BEI menjelaskan, daftar tersebut telah mengecualikan perusahaan tercatat yang sedang menjalani proses pembatalan pencatatan (delisting). Bursa juga mengimbau seluruh pelaku pasar untuk selalu mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan masing-masing emiten.

Artikel Terkait

Samuel Sekuritas Tambah Porsi di FILM Lewat Transaksi Repo Rp143M

PT Samuel Sekuritas Indonesia menambah kepemilikan saham di PT MD Entertainment Tbk (FILM) melalui transaksi pembelian sebanyak 83.708.600 saham.

WMPP Berbalik Untung Rp130M di Kuartal I, Siap Rights Issue Jumbo

PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) berhasil membalikkan kinerja menjadi positif pada kuartal I-2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp130,3 miliar, berbalik dari rugi Rp71,8 miliar

FAP Agri (FAPA) Bagi Dividen Rp70 per Saham, Cum Date 6 Juli

PT FAP Agri Tbk. (FAPA) resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp243,95 miliar atau Rp70 per saham dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham

Populer 7 Hari

Berita Terbaru