EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

BEI Bongkar Alasan IPO SWAP Ditunda!

Oleh Komarudin 02 Sep 2026 16:21 2 menit baca

EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan telah menerima informasi resmi terkait penundaan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengatakan, bursa telah menerima surat permohonan penundaan pelaksanaan rencana IPO dari Swayasa Prakarsa pada 1 September 2026.

"Berkenaan dengan proses penawaran umum PT Swayasa Prakarsa Tbk, dapat kami sampaikan bahwa Bursa telah menerima Surat Permohonan Penundaan Pelaksanaan Rencana Penawaran Umum Perdana Saham dari PT Swayasa Prakarsa Tbk tanggal 1 September 2026," ujar Saidu dalam keterangannya kepada media pada Rabu (2/9).

Menurut Saidu, penundaan dilakukan karena hingga 1 September 2026, Swayasa Prakarsa belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan penawaran umum.

Selain itu, terdapat persoalan terkait masa berlaku laporan keuangan yang digunakan dalam proses penawaran umum.

Swayasa Prakarsa menggunakan laporan keuangan per 28 Februari 2026 dalam proses IPO. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, masa berlaku laporan keuangan tersebut hanya sampai 31 Agustus 2026.

"Perseroan menggunakan Laporan Keuangan per 28 Februari 2026 pada proses penawaran umum sehingga masa berlaku Laporan Keuangan tersebut hanya sampai 31 Agustus 2026," jelas Saidu.

Dengan demikian, hingga melewati batas masa berlaku laporan keuangan tersebut, SWAP belum mendapatkan Pernyataan Efektif OJK untuk melanjutkan tahapan penawaran umum.

Sebelumnya, PT Swayasa Prakarsa Tbk telah mempersiapkan aksi IPO dengan menawarkan maksimal 323 juta saham baru.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 30,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Dalam prospektus yang diterbitkan pada 24 Agustus 2026, saham SWAP ditawarkan melalui masa penawaran awal atau bookbuilding pada 24–27 Agustus 2026.

Perseroan menetapkan rentang harga penawaran awal di level Rp130–Rp140 per saham.

Jika seluruh 323 juta saham ditawarkan pada harga tertinggi Rp140 per saham, SWAP berpotensi meraup dana segar hingga sekitar Rp45,22 miliar.

Saham yang ditawarkan dalam IPO tersebut merupakan saham baru dengan nilai nominal Rp20 per saham.

Apabila IPO terlaksana sesuai rencana, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh Swayasa Prakarsa akan meningkat cukup signifikan.

Sebelum IPO, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan tercatat sebanyak 743 juta saham.

Setelah penerbitan maksimal 323 juta saham baru, jumlah tersebut akan meningkat menjadi sekitar 1,066 miliar saham.

Topik terkait
IPO penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) ditunda Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin