IHSG Ditutup Gagal Hijau, ADMR, ADRO, INCO Jadi Beban LQ45
EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu (2/9/2026), meski tekanan relatif terbatas. IHSG turun 4,16 poin atau 0,06% ke level 6.595,77.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan level terendah di 6.561 dan tertinggi 6.629, setelah dibuka pada level 6.599.
Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh tarik-menarik antarsektoral. Sebanyak enam sektor melemah, sementara lima sektor lainnya berhasil menguat.
Tekanan terdalam datang dari IDX Barang Baku (IDXBASIC) yang turun 1,34%. Selanjutnya IDX Infrastruktur melemah 0,95%, IDX Perindustrian turun 0,81%, IDX Energi terkoreksi 0,63%, IDX Properti dan Real Estat turun 0,39%, serta IDX Kesehatan melemah 0,23%.
Sebaliknya, IDX Teknologi menjadi sektor dengan penguatan paling tinggi, yakni 3,74%. Kemudian IDX Keuangan naik 0,63%, IDX Barang Konsumer Siklikal menguat 0,53%, IDX Barang Konsumer Non-Primer naik 0,37%, dan IDX Transportasi dan Logistik bertambah 0,35%.
Aktivitas perdagangan saham terpantau sangat ramai. Total volume transaksi mencapai 63,24 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp16,57 triliun.
Sebanyak 321 saham turun, 282 saham naik, dan 186 saham stagnan.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar mengalami pergerakan cukup signifikan. DCII naik Rp7.850 menjadi Rp200.050 per saham, PGUN bertambah Rp300 menjadi Rp9.950, sedangkan JARR menguat Rp280 menjadi Rp3.340 per saham.
Di jajaran top gainers, SAPX memimpin dengan lonjakan 25% ke level Rp270. NATO juga melesat 25% menjadi Rp975, PTSP naik 24,66% ke Rp1.415, BELI menguat 24,53% ke Rp406, sedangkan BWPT naik 21,10% ke Rp132.
Sementara itu, tekanan harga terjadi pada sejumlah saham unggulan. UNTR turun Rp525 menjadi Rp25.050 per saham, BYAN melemah Rp350 menjadi Rp13.700, dan MLBI terkoreksi Rp300 menjadi Rp6.600.
Top losers dipimpin RGAS yang anjlok 14,78% ke Rp121. HOPE turun 13,74% menjadi Rp226, FUJI melemah 11,42% ke Rp248, TGUK terkoreksi 9,85% ke Rp64, dan BIKE turun 9,55% menjadi Rp710.
Dari sisi frekuensi perdagangan, BWPT menjadi saham yang paling aktif ditransaksikan dengan 101.569 kali transaksi senilai Rp465 miliar.
Berikutnya KOTA diperdagangkan sebanyak 79.427 kali dengan nilai Rp427 miliar, sedangkan SQMI tercatat 71.976 kali transaksi senilai Rp253 miliar.
Di jajaran LQ45, tekanan terbesar datang dari Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) yang turun 5,34%, diikuti Alamtri Resources Indonesia (ADRO) melemah 4,68% dan Vale Indonesia (INCO) terkoreksi 4,55%.
Sebaliknya, ESSA Industries Indonesia (ESSA) menjadi top gainer LQ45 dengan kenaikan 2,88%. Kemudian Bukit Asam (PTBA) naik 1,87% dan Bank Central Asia (BBCA) menguat 1,14%.