BEI Kuliti Rencana Private Placement Jumbo Emiten Hapsoro (RATU)
EmitenTrust.com - PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) emiten milik Hapsoro memberikan tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement.
Tanggapan tersebut disampaikan perseroan menyusul surat BEI tertanggal 27 Agustus 2026 terkait permintaan penjelasan atas keterbukaan informasi rencana PMTHMETD RATU.
Dalam penjelasannya, RATU menyebut seluruh dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut nantinya akan digunakan untuk modal kerja serta pengembangan kegiatan usaha perseroan dan grup.
Penggunaan dana antara lain dapat dilakukan melalui pembelian aset, pembelian saham, pemberian pinjaman, dan/atau bentuk transaksi lain pada perusahaan di industri yang selaras, terkait, dan/atau menunjang kegiatan usaha perseroan dan grup.
Menariknya, RATU menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat calon investor yang menyatakan niat secara mengikat untuk mengambil bagian dalam saham baru.
Karena belum adanya investor yang mengikat, perseroan menyatakan nilai dana yang akan diperoleh, persentase penggunaan dana, serta timeline penggunaan dana untuk masing-masing komponen belum dapat ditentukan.
Selain itu, harga pelaksanaan saham baru juga belum final. Harga tersebut akan mengacu pada ketentuan BEI, yakni paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham perseroan selama 25 Hari Bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham baru.
Dalam keterbukaan sebelumnya, RATU menggunakan asumsi penerbitan maksimal 271.505.380 saham baru, atau setara dengan maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Dengan asumsi harga pelaksanaan Rp6.000 per saham, nilai dana yang secara proforma dapat dihimpun mencapai Rp1,629 triliun.
Namun, RATU menegaskan angka tersebut bukan nilai dana yang dijamin akan diperoleh.
" Nilai aktual akan bergantung pada jumlah saham baru yang direalisasikan serta harga pelaksanaan saat PMTHMETD dilakukan, " jelas manajemen.
Jika harga pelaksanaan aktual lebih rendah dari asumsi Rp6.000 per saham, dana yang dihimpun juga akan lebih rendah secara proporsional.
Perseroan juga memiliki waktu hingga dua tahun sejak RUPSLB untuk melaksanakan PMTHMETD sesuai ketentuan yang berlaku.
RUPSLB RATU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 8 September 2026. Perseroan memperkirakan pelaksanaan PMTHMETD dapat dilakukan pada semester II 2027, dengan tanggal definitif baru akan ditentukan setelah terdapat calon investor yang menyatakan niatnya secara mengikat.
RATU menjelaskan, PMTHMETD merupakan bagian dari strategi memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan fleksibilitas pendanaan perseroan sebagai perusahaan induk yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi.
Perseroan menilai tambahan ekuitas dapat memberikan dua manfaat utama.
Pertama, memperkuat basis ekuitas yang dapat digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha. Kedua, memperbaiki struktur permodalan sehingga membuka ruang pendanaan pinjaman di masa mendatang.
Berdasarkan perhitungan proforma, Debt to Equity Ratio (DER) RATU berpotensi turun cukup signifikan dari 2,419 kali menjadi 1,009 kali apabila seluruh saham baru diterbitkan dengan asumsi harga Rp6.000 per saham.
Perbaikan tersebut diharapkan memperbesar headroom pendanaan utang perseroan, dengan tetap mempertahankan kebijakan DER maksimum sebesar 4 kali.
Meski struktur permodalan membaik, PMTHMETD secara proforma justru memberikan tekanan terhadap sejumlah rasio profitabilitas.
Return on Equity (ROE) diproyeksikan turun dari 23,91% menjadi 9,97%. Penurunan tersebut terjadi karena ekuitas meningkat, sementara laba bersih dalam perhitungan proforma diasumsikan tidak berubah.
Sementara itu, Earnings Per Share (EPS) diproyeksikan turun dari Rp103 menjadi Rp93, atau tergerus sekitar 9,09%, seiring bertambahnya jumlah saham beredar.
Namun, perseroan menyebut penurunan ROE dan EPS tersebut bersifat sementara karena tambahan modal dalam perhitungan proforma belum menghasilkan laba.
SINI menargetkan dana hasil PMTHMETD dapat ditempatkan secara selektif pada modal kerja dan pengembangan usaha sektor migas yang diproyeksikan memberikan tingkat pengembalian di atas biaya modal perseroan.
Perseroan juga akan mengoptimalkan aset dan investasi yang telah dimiliki serta menerapkan pengelolaan biaya yang efisien dan tata kelola investasi yang prudent.
Di sisi kepemilikan saham, PT Rukun Raharja Tbk selaku pemegang saham utama sekaligus pengendali SINI saat ini memiliki 1.864.621.000 saham, atau sekitar 68,677%.
Perseroan menyatakan Rukun Raharja tidak memiliki rencana perubahan kepemilikan dalam jangka pendek yang dapat mempengaruhi likuiditas perdagangan saham RATU di pasar reguler.
Perubahan kepemilikan yang akan terjadi merupakan dampak dilusi akibat penerbitan saham baru.
Secara proforma, apabila seluruh saham baru diterbitkan, kepemilikan Rukun Raharja akan turun menjadi sekitar 62,434%, sementara kepemilikan masyarakat menjadi sekitar 28,470%.
Meskipun terjadi dilusi, perseroan menegaskan tidak akan terjadi perubahan pengendalian.
Sementara itu, mengenai calon investor PMTHMETD, RATU kembali menegaskan bahwa identitas dan komposisinya belum dapat ditentukan.
Perseroan akan mempertimbangkan profil investor, kesesuaian dengan strategi jangka panjang di sektor migas, nilai tambah yang dapat diberikan, serta kepentingan perseroan dan seluruh pemegang saham.
" Setelah calon investor ditentukan, informasi mengenai identitas, jumlah saham yang diambil, persentase kepemilikan, nilai investasi, dan hubungan afiliasi akan disampaikan kepada publik, OJK, dan BEI sesuai ketentuan yang berlaku," tutup manajemen SINI dalam menjawab surat BEI pada Jumat (28/8).
Pada perdagangan hari ini Jumat (28/8) saham RATU turun 1,4 persen ke level Rp4.230.