EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

IHSG Gagal Pertahankan Zona Hijau di Akhir Pekan

Oleh Komarudin 28 Aug 2026 17:26 3 menit baca

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan penguatan hingga penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (28/8/2026). IHSG ditutup melemah 3,62 poin atau 0,06% ke level 6.518,12.

Padahal, sejak pembukaan hingga berakhirnya perdagangan sesi pertama, IHSG masih berada di zona hijau. Pada penutupan sesi pertama, indeks tercatat menguat 27,108 poin atau 0,42% ke posisi 6.548,858.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak variatif di rentang 6.495 hingga 6.566 setelah membuka perdagangan di posisi 6.521.

Berbaliknya IHSG ke zona merah pada akhir perdagangan terjadi seiring tekanan pada mayoritas indeks sektoral.

IDX Sektor Energi (IDXENERGY) melemah 0,65%, IDX Sektor Barang Baku (IDXBASIC) turun 0,42%, dan IDX Sektor Perindustrian (IDXINDUST) terkoreksi paling dalam sebesar 1,41%.

Selanjutnya, IDX Sektor Barang Konsumen Primer (IDXNONCYC) turun 0,36%, IDX Sektor Kesehatan (IDXHEALTH) melemah 0,71%, IDX Sektor Properti & Real Estat (IDXPROPERT) turun tipis 0,03%, IDX Sektor Teknologi (IDXTECHNO) terkoreksi 0,58%, serta IDX Sektor Infrastruktur (IDXINFRA) turun 0,64%.

Di tengah tekanan tersebut, tiga indeks sektoral masih mampu bertahan di zona hijau. IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer (IDXCYCLIC) menguat 0,52%, IDX Sektor Keuangan (IDXFINANCE) naik 0,67%, dan IDX Sektor Transportasi & Logistik (IDXTRANS) menguat 0,44%.

Aktivitas perdagangan saham terbilang ramai. Total volume transaksi di Bursa mencapai 34,20 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp14,90 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 276 saham menguat, 328 saham melemah, sementara 188 saham tidak mengalami perubahan harga.

Sejumlah saham mencatat penurunan harga cukup besar secara nominal. Saham POLU turun Rp1.000 menjadi Rp18.400 per saham, SRAJ terpangkas Rp991 menjadi Rp14.400, sementara UNTR turun Rp475 menjadi Rp24.000 per saham.

Pada jajaran top losers, RGAS anjlok 34 poin atau 14,91% ke level 194. TMPO melemah 36 poin atau 14,28% menjadi 216, sedangkan BKDP terkoreksi 16 poin atau 9,46% ke posisi 153.

Selanjutnya, BTEK turun 1 poin atau 9,09% menjadi 10 dan VTNY melemah 8 poin atau 8,98% ke level 81.

Sebaliknya, sejumlah saham mencatat kenaikan harga signifikan secara nominal. Saham SINI melonjak Rp875 menjadi Rp9.625 per saham, LIFE naik Rp300 menjadi Rp8.450, sedangkan MORA bertambah Rp300 menjadi Rp5.600 per saham.

Pada jajaran top gainers, LABA melesat 33 poin atau 34,37% menjadi 129. SSTM melonjak 96 poin atau 25,00% ke level 480, sedangkan BIKE melaju 190 poin atau 24,51% menjadi 965.

BAPA turut menguat 28 poin atau 19,17% ke level 174, sementara PYFA naik 34 poin atau 15,04% menjadi 260.

Dari sisi frekuensi transaksi, DSSA menjadi salah satu saham paling aktif dengan 130.382 kali transaksi dan nilai perdagangan mencapai sekitar Rp1,7 triliun.

Posisi berikutnya ditempati INET dengan frekuensi transaksi sebanyak 66.369 kali senilai Rp351 miliar dan KIJA sebanyak 52.174 kali transaksi dengan nilai Rp314 miliar.

Sementara itu, di jajaran saham indeks LQ45, PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi top loser dengan pelemahan 3,07%, disusul PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang turun 2,93%, serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang terkoreksi 2,55%.

Sebaliknya, PT Indika Energy Tbk (INDY) memimpin top gainers LQ45 setelah menguat 2,17%. Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat 1,89% dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) naik 1,32%.

Topik terkait
IHSG top gainers top losers indeks sektor penutupan perdagangan sesi I