Emitentrust.com – Pergerakan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) belakangan ini mencuri perhatian pasar.
Dalam sebulan terakhir, saham emiten batu bara milik Boy Thohir ini tercatat melonjak signifikan, memicu otoritas bursa untuk meminta klarifikasi resmi kepada manajemen.
Merespons surat BEI nomor S-00566/BEI.PP1/01-2026, manajemen ADRO menegaskan bahwa tidak terdapat informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal.
Corporate Secretary ADRO, Maharani Cindy Opssedha, dalam keterbukaan informasi tertanggal 20 Januari 2026, menyampaikan bahwa hingga saat ini Perseroan tidak mengetahui adanya informasi material sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015 tentang keterbukaan informasi.
Berdasarkan data pasar, saham ADRO dalam sepekan terakhir, saham ADRO naik 0,45% dari level Rp2.230 pada 13 Januari 2026.
Secara bulanan, penguatan bahkan mencapai 18,2% dari posisi Rp1.895 pada 22 Desember 2025.
Puncaknya, pada perdagangan Selasa (20/1/2026), ADRO kembali menguat 3,23% dan ditutup di level Rp2.240.
Namun di tengah lonjakan tersebut, manajemen menegaskan bahwa kenaikan harga saham tidak dipicu oleh aksi korporasi, informasi tersembunyi, maupun aktivitas pemegang saham tertentu.
ADRO juga memastikan tidak ada aktivitas pemegang saham tertentu yang belum dilaporkan kepada OJK
” Tidak ada rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk dalam tiga bulan mendatang, ” tegas manajemen.
Pemegang saham utama tidak memiliki rencana khusus terkait kepemilikan sahamnya.
Manajemen juga menegaskan bahwa seluruh kewajiban pelaporan kepemilikan saham dan aktivitas penjaminan saham telah dijalankan sesuai ketentuan OJK dan BEI.


