BEI Layangkan Surat ke Emiten Hary Tanoesoedibjo (MNCN), Kenapa?
EmitenTrust.com - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) emiten milik Hary Tanoesoedibjo buka suara terkait volatilitas transaksi saham perseroan yang mengalami tekanan signifikan.
Seperti diketahui dalam sepekan, saham MNCN tercatat ambles sekitar 29%, sementara dalam sebulan terakhir anjlok sekitar 42%. Dalam enam bulan terakhir, saham MNCN telah terkoreksi sekitar 43,4%.
Sementara sepanjang tahun berjalan atau year to date (YTD), saham MNCN telah turun 56,72% dari level Rp268 per saham pada 2 Januari 2026.
Pada perdagangan Rabu (30/9/2026), saham MNCN kembali tertekan dengan penurunan 10,08%.
Penurunan tersebut membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada perseroan melalui surat nomor S-12447/BEI.PP2/09-2026 terkait volatilitas transaksi efek MNCN.
Corporate Secretary MNCN Cahyarina A. Asri dalam keterbukaan informasi pada Rabu (30/9/2026) menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan maupun keputusan investasi pemodal.
“Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal,” demikian penjelasan MNCN dalam keterbukaan informasi.
Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga saham MNCN maupun keputusan investasi pemodal sebagaimana ketentuan Peraturan Nomor I-E BEI.
Tak Tahu Aktivitas Pemegang Saham
Terkait kemungkinan aktivitas pemegang saham tertentu, MNCN juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 4 Tahun 2024 mengenai laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka dan laporan aktivitas menjaminkan saham.
MNCN juga menegaskan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk aksi yang dapat berdampak terhadap pencatatan saham perseroan di Bursa.
“Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa (setidaknya dalam 3 bulan ke depan),” tulis perseroan.
Perseroan juga menyatakan tidak terdapat informasi, fakta, maupun kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat memengaruhi harga saham maupun kelangsungan hidup perusahaan yang belum disampaikan kepada publik.
Global Mediacom Tetap Jadi Pemegang Saham Utama
Sementara itu, terkait rencana pemegang saham utama terhadap kepemilikan saham MNCN, perseroan memastikan PT Global Mediacom Tbk akan tetap menjadi pemegang saham utama.
“PT Global Mediacom Tbk, sebagai pemegang saham utama Perseroan, akan tetap menjadi pemegang saham utama,” tegas MNCN.