back to top

BEI Layangkan Surat, VTNY Ambruk 37% dalam 6 Bulan

Emitentrust.com- Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta klarifikasi kepada manajemen PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) terkait volatil pergerakan sahamnya.

Perlu diketahui pada perdagangan Akhir pekan saham VTNY drop 4,4 persen ke level Rp64.

Dalam sepekan terakhir anjlok 12,3 persen dari harga Rp73 pada 9 Maret 2026. Dalam sebulan terjun 27,2 persen dari harga Rp88 per lembar.

Dalam enam bulan ambles 37,8 persen dari harga Rp103 pada 16 September 2025.

Menanggapi permintaan tersebut, manajemen Venteny menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan maupun keputusan investasi para investor.

Corporate Secretary Venteny, Zasa Pinkan Kinanti, menjelaskan bahwa hingga saat ini perseroan juga tidak memiliki informasi penting lain yang belum disampaikan kepada publik yang berpotensi memengaruhi harga saham.

“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal,” jelas manajemen dalam keterbukaan informasi kepada Bursa.

Selain itu, Venteny juga memastikan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, setidaknya dalam tiga bulan ke depan, yang dapat berdampak terhadap pencatatan saham di bursa.

Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham yang dapat memicu volatilitas perdagangan saham VTNY.

Manajemen mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada pemegang saham utama terkait kemungkinan adanya rencana perubahan kepemilikan saham.

Namun hingga saat ini, tidak ada informasi ataupun pemberitahuan terkait rencana tersebut.

Sebagai informasi, PT Venteny Fortuna International Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding, pengelolaan portal web dan platform digital komersial, serta pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet (e-commerce).

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru