BEI Rombak LQ45, SMGR Masuk, SCMA Terdepak, Bobot BBCA Naik
EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah komposisi saham dalam indeks LQ45 untuk periode 2 November 2026 hingga 29 Januari 2027. Dalam evaluasi mayor yang diumumkan pada 26 Oktober 2026, SMGR masuk sebagai konstituen baru, sedangkan SCMA keluar dari penghitungan indeks.
Perubahan tersebut tertuang dalam Pengumuman BEI Nomor Peng-00204/BEI.POP/10-2026. Selain pergantian konstituen, BEI juga menyesuaikan jumlah saham yang digunakan dalam penghitungan indeks dan bobot sejumlah emiten.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu emiten dengan bobot terbesar. Bobot BBCA naik dari 14,26% sebelum evaluasi menjadi 15% setelah evaluasi. Sementara itu, bobot PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) meningkat dari 14,78% menjadi 14,99%.
Di sisi lain, bobot PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun dari 11,05% menjadi 10,76%. Adapun bobot PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) naik dari 7,02% menjadi 7,07%, sedangkan bobot PT Astra International Tbk (ASII) meningkat tipis dari 6,26% menjadi 6,27%.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga mengalami kenaikan bobot, dari 5,20% menjadi 5,29%. Sementara itu, bobot PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tidak tercantum dalam daftar evaluasi yang diberikan, sehingga perubahan bobot saham tersebut tidak dapat disimpulkan dari data ini.
Bobot saham LQ45 setelah evaluasi
Selain saham-saham perbankan, sejumlah emiten mencatat perubahan bobot yang cukup menonjol. Bobot PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun dari 1,31% menjadi 1,30%, sedangkan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik dari 1,48% menjadi 1,52%.
Bobot PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyusut dari 1,60% menjadi 1,49%. Penurunan lebih besar juga terjadi pada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dari 1,21% menjadi 0,56%, serta PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dari 0,90% menjadi 0,23%.
Sebaliknya, bobot PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meningkat dari 1,78% menjadi 1,80%, sementara PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik dari 2,90% menjadi 2,95%. Bobot PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) juga meningkat dari 2,24% menjadi 2,29%.
SMGR, yang merupakan konstituen baru, memiliki bobot sebesar 0,36% setelah evaluasi. Sementara itu, bobot saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik dari 0,60% menjadi 0,62%.
Daftar lengkap bobot saham LQ45 pascaevaluasi
Berikut bobot 45 saham yang menjadi konstituen LQ45 untuk periode efektif 2 November 2026 hingga 29 Januari 2027:
Daftar saham LQ45 dan bobot indeks
Periode efektif: 2 November 2026–29 Januari 2027. Sumber: Lampiran Pengumuman BEI No. Peng-00204/BEI.POP/10-2026 tanggal 26 Oktober 2026.
No. Kode Bobot sebelum Bobot setelah Keterangan
1 AADI 1,31% 1,30% Turun
2 ADMR 0,49% 0,50% Naik
3 ADRO 1,48% 1,52% Naik
4 AKRA 0,69% 0,70% Naik
5 AMMN 5,20% 5,29% Naik
6 AMRT 1,46% 1,48% Naik
7 ANTM 1,90% 1,93% Naik
8 ASII 6,26% 6,27% Naik
9 BBCA 14,26% 15,00% Naik
10 BBNI 3,88% 3,94% Naik
11 BBRI 14,78% 14,99% Naik
12 BBTN 0,38% 0,39% Naik
13 BMRI 11,05% 10,76% Turun
14 BRPT 2,90% 2,95% Naik
15 BUMI 1,78% 1,80% Naik
16 CPIN 1,21% 0,56% Turun
17 CUAN 0,83% 0,84% Naik
18 DEWA 0,42% 0,42% Tetap
19 EMTK 0,38% 0,39% Naik
20 ESSA 0,41% 0,37% Turun
21 EXCL 0,77% 0,78% Naik
22 GOTO 1,60% 1,49% Turun
23 HRTA 0,17% 0,17% Tetap
24 ICBP 1,09% 1,10% Naik
25 INCO 0,66% 0,67% Naik
26 INDF 2,24% 2,29% Naik
27 INDY 0,25% 0,25% Tetap
28 INKP 1,22% 1,23% Naik
29 ISAT 0,76% 0,77% Naik
30 ITMG 0,73% 0,68% Turun
31 JPFA 0,68% 0,69% Naik
32 KLBF 1,03% 1,04% Naik
33 MAPI 0,90% 0,23% Turun
34 MBMA 0,82% 0,84% Naik
35 MDKA 2,09% 2,09% Tetap
36 MEDC 0,64% 0,65% Naik
37 NCKL 0,47% 0,52% Naik
38 PGAS 1,14% 1,15% Naik
39 PGEO 0,37% 0,38% Naik
40 PTBA 0,96% 0,97% Naik
41 SMGR — 0,36% Baru
42 TLKM 7,02% 7,07% Naik
43 UNTR 2,46% 2,38% Turun
44 UNVR 0,60% 0,62% Naik
45 WIFI 0,18% 0,18% Tetap