back to top

BEI Suspensi Saham dan Waran BAIK Usai Lonjakan Harga Signifikan

EmTrust – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham dan waran PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK; BAIK-W). Kebijakan suspensi tersebut dilakukan sebagai langkah perlindungan bagi investor menyusul terjadinya peningkatan harga kumulatif yang dinilai signifikan.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis pada Jumat (23/1), menjelaskan bahwa penghentian sementara perdagangan dilakukan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mencermati informasi yang tersedia.

“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK), Bursa memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham tersebut sebagai bentuk perlindungan bagi investor,” ujar Yulianto.

BEI menetapkan suspensi perdagangan saham BAIK di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I perdagangan pada 26 Januari 2026 hingga terdapat pengumuman bursa lebih lanjut. Sementara itu, perdagangan waran seri I BAIK-W dihentikan sementara di seluruh pasar.

Bursa juga mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan agar senantiasa memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan serta mencermati risiko investasi sebelum mengambil keputusan transaksi.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru