BEI Telisik Emiten Prajogo (CDIA), Dana IPO Rp511M Belum Terpakai
EmitenTrust.com - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengungkap masih terdapat Rp511,05 miliar dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang belum direalisasikan hingga 30 Juni 2026.
Hal tersebut disampaikan CDIA dalam tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat No. S-12336/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 23 September 2026.
Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana IPO, CDIA telah merealisasikan Rp1,86 triliun atau 78,45% dari total dana hasil IPO sebesar Rp2,37 triliun. Dengan demikian, masih terdapat sisa dana sebesar Rp511,05 miliar.
Sebagian besar dana yang belum terealisasi berasal dari rencana penyetoran modal kepada anak usaha, PT Chandra Samudera Port (PT CSP). Dari total alokasi Rp1,48 triliun, CDIA baru merealisasikan Rp969,53 miliar atau 52,11%, sehingga tersisa Rp511,05 miliar.
Manajemen menjelaskan, penyetoran modal kepada PT CSP memang dilakukan secara bertahap mengikuti kebutuhan pendanaan aktual proyek fasilitas PT Chandra Cilegon Port (PT CCP). Proyek tersebut mencakup pembangunan tangki penyimpanan, pipa ethylene, serta fasilitas penunjang lainnya.
"Sampai dengan 30 Juni 2026, proyek tersebut masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai pada tahun 2027," jelas manajemen CDIA dalam keterbukaan informasinya.
Dengan kondisi tersebut, CDIA menyatakan sisa dana IPO akan disetorkan secara bertahap mengikuti progres pembangunan proyek. Perseroan menegaskan penggunaan dana tersebut tetap sesuai dengan tujuan yang telah dicantumkan dalam prospektus IPO.
Untuk dana yang belum digunakan, CDIA menempatkannya pada rekening giro. Perseroan menyebut langkah tersebut mengacu pada POJK No. 40 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, yang memperbolehkan dana yang belum digunakan ditempatkan pada instrumen keuangan yang aman, likuid, dan tidak mengalami fluktuasi harga.
"Penempatan tersebut dilakukan sampai dengan dana direalisasikan sesuai dengan kebutuhan pendanaan proyek," ungkap manajemen.
CDIA juga memastikan belum terealisasinya seluruh setoran modal kepada PT CSP tidak berdampak terhadap kegiatan usaha maupun operasional perseroan. Manajemen menyatakan proyek CCP berjalan sesuai rencana dan ditargetkan selesai pada 2027.
Laba Anjlok, Beban Meningkat
Selain soal penggunaan dana IPO, BEI juga meminta penjelasan mengenai sejumlah pos dalam laporan keuangan CDIA per 30 Juni 2026.
Laba tahun berjalan CDIA tercatat turun dari USD76 juta menjadi USD19 juta. Perseroan menjelaskan penurunan tersebut terutama dipengaruhi lebih rendahnya keuntungan non-operasional dibandingkan periode sebelumnya.
Meski laba menurun, CDIA menyebut kinerja operasional masih tumbuh. Pendapatan perseroan meningkat 22,8%, sementara laba bruto naik 2,8%.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan meningkat 30,86%. Beban penjualan melonjak 257,91%, beban umum dan administrasi naik 105,35%, sedangkan beban keuangan meningkat 65,90%.
Manajemen menjelaskan kenaikan beban pokok pendapatan sejalan dengan peningkatan volume usaha dan aktivitas operasional. Sementara kenaikan beban penjualan serta beban umum dan administrasi mencerminkan meningkatnya aktivitas perseroan dan entitas anak dalam mendukung ekspansi bisnis.
Adapun kenaikan beban keuangan terutama berasal dari meningkatnya beban bunga atas pemanfaatan fasilitas pendanaan perbankan untuk mendukung kebutuhan investasi dan menjaga fleksibilitas likuiditas.
CDIA juga mencatat penurunan liabilitas sewa sebesar 83,58% per 30 Juni 2026 dibandingkan 31 Desember 2025. Penurunan tersebut terutama disebabkan penghentian pengakuan aset hak-guna beserta liabilitas sewa terkait pada salah satu entitas anak di segmen logistik.
Sementara itu, terkait rencana korporasi, CDIA menyatakan hingga tanggal penyampaian tanggapan belum memiliki rencana tindakan korporasi yang bersifat material dalam 12 bulan ke depan.
Perseroan juga menyatakan tidak terdapat informasi, fakta, atau kejadian material lainnya yang belum diungkapkan kepada publik dan berpotensi memengaruhi harga efek CDIA.
Seperti diketahui CDIA mencatatkan sahamnya (IPO) di BEI pada 9 Juli 2025 sebanyak 12.482.937.500 Saham atau 10,00% dari modal disetor pada harga perdana Rp190. Dana yang diraup dari IPO tersebut sebesar Rp2.371.758.125.000.
Bertindak sebagai Penjamin Emisi Utama PT. Henan Putihrai Sekuritas, PT. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT. OCBC Sekuritas Indonesia, PT. BNI Sekuritas, PT. BCA Sekuritas, PT. DBS Vickers Sekuritas Indonesia