back to top

BEI Umumkan Evaluasi IDXESGL, TPIA Melonjak Jadi Saham Berbobot Terbesar Kedua

Emitentrust.com- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil evaluasi minor Indeks IDXESGL melalui Pengumuman No. Peng-00148/BEI.POP/07-2026. Evaluasi tersebut berlaku efektif pada 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.

Berbeda dengan evaluasi mayor pada sejumlah indeks lainnya, evaluasi IDXESGL kali ini tidak mengubah komposisi konstituen. Namun, BEI melakukan penyesuaian jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks serta bobot masing-masing emiten dengan tetap mengacu pada kriteria ESG (Environmental, Social, and Governance).

Perubahan paling mencolok terjadi pada PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang mencatat lonjakan bobot dari 5,02% menjadi 12,23%, menjadikannya saham dengan bobot terbesar kedua di IDXESGL setelah penyesuaian terbaru.

Sementara itu, tiga saham perbankan berkapitalisasi besar yakni BBCA, BBRI, dan BMRI tetap menjadi konstituen utama, namun seluruhnya terkena pembatasan bobot maksimum (15% cap). Bobot BBCA turun dari 17,56% menjadi 15,00%, BBRI dipangkas dari 16,66% menjadi 15,00%, sedangkan BMRI juga turun dari 16,64% menjadi 15,00%.

Di sisi lain, bobot TLKM juga mengalami penurunan cukup signifikan dari 9,48% menjadi 8,32%, sementara TOWR turun dari 0,64% menjadi 0,54%, EMTK melemah dari 2,96% menjadi 2,51%, BSDE turun dari 0,30% menjadi 0,22%, serta EXCL terkoreksi tipis dari 0,99% menjadi 0,97%.

Sejumlah saham lainnya justru mengalami kenaikan bobot, antara lain BBNI dari 6,12% menjadi 6,20%, GOTO dari 7,69% menjadi 7,70%, PGEO dari 2,29% menjadi 2,37%, BRPT dari 2,30% menjadi 2,36%, KPIG dari 0,52% menjadi 0,59%, CMRY dari 0,89% menjadi 0,91%, CTRA dari 0,61% menjadi 0,62%, ERAA dari 0,64% menjadi 0,65%, INCO dari 0,92% menjadi 0,94%, JSMR dari 1,93% menjadi 1,95%, MAPA dari 0,85% menjadi 0,86%, MAPI dari 1,03% menjadi 1,05%, MIKA dari 0,26% menjadi 0,27%, PWON dari 0,66% menjadi 0,67%, SCMA dari 0,48% menjadi 0,49%, serta UNVR dari 1,21% menjadi 1,23%.

Adapun sejumlah saham mempertahankan bobotnya, yakni ACES di 0,38%, BUKA di 0,28%, KIJA di 0,11%, SIDO di 0,26%, dan SMGR di 0,33%.

BEI menjelaskan bahwa penyesuaian jumlah saham dalam perhitungan indeks masih dapat berubah pada tanggal efektif apabila sebelum periode tersebut terjadi aksi korporasi, seperti stock split, reverse stock, rights issue, saham bonus, maupun dividen saham.

IDXESGL merupakan indeks yang berisi saham-saham dengan kinerja ESG yang memenuhi kriteria Bursa Efek Indonesia, dengan ESG Risk Ratings yang disediakan oleh Sustainalytics. Evaluasi berkala dilakukan untuk menjaga agar indeks tetap mencerminkan emiten yang memiliki profil keberlanjutan dan tata kelola yang baik, sekaligus tetap mempertimbangkan faktor likuiditas dan kapitalisasi pasar.

Artikel Terkait

BEI Ubah IDX30! DEWA Masuk, PTBA Tersingkir Mulai 3 Agustus

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil evaluasi mayor Indeks IDX30 melalui Pengumuman No. Peng-00148/BEI.POP/07-2026 tertanggal 27 Juli 2026. Hasil evaluasi tersebut berlaku efektif pada 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.

BEI Rombak Indeks LQ45, SMGR, TOWR Terdepak, BBCA, BBRI Bertahan Tapi Bobotnya Turun

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil evaluasi mayor indeks LQ45 periode Juli 2026. Hasil evaluasi tersebut akan mulai berlaku pada 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026

BEI Bongkar IDX80! BFIN, LSIP, NCKL Masuk, INTP, PANI hingga SIDO Terlempar

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil evaluasi mayor indeks IDX80 periode Juli 2026. Dalam evaluasi yang mulai berlaku pada 3 Agustus 2026, terdapat tiga saham baru yang masuk ke dalam indeks dan tiga saham yang harus keluar dari daftar konstituen.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru