back to top

Bos-Bos BCA Kompak Borong Saham Jelang Cum Date Dividen

Emitentrust.com- Sejumlah petinggi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kompak menambah kepemilikan sahamnya pada 25 Maret 2026 dengan nilai toral Rp22,5 miliar.

Aksi borong ini dilakukan secara serentak oleh jajaran direksi hingga komisaris dengan tujuan investasi jangka panjang.

Dalam laporan kepemilikan saham yang dilaporkan pada 25 Maret 2026 disebutkan beberapa nama besar di jajaran manajemen BBCA tercatat melakukan pembelian saham dalam jumlah signifikan:

Gregory Hendra Lembong membeli 1.135.639 saham di harga Rp6.982, meningkatkan kepemilikan menjadi 2.666.921 saham

Kemudian John Kosasih menambah 626.237 saham, total kini 1.720.729 saham, lalu Tonny Kusnadi mengakumulasi 317.892 saham, menjadi 7.819.950 saham

Selanjutnya Santoso membeli 495.034 saham, total 3.764.062 saham dan Tan Ho Hien (Subur) menambah 618.958 saham, kini menguasai 11.788.002 saham

Seluruh transaksi dilakukan pada harga yang sama, yakni Rp6.982 per saham, dan dikategorikan sebagai investasi jangka panjang.

Pada perdagangan hari ini Rabu (25/3) saham BBCA naik 1,85 persen ke level Rp6.900

Seperti diketahui, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp336 per saham dari laba tahun buku 2025 kepada para pemegang sahamnya.

Manajemen PT Bank Central Asia Tbk menjelaskan bahwa nilai tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp55 per saham yang sebelumnya telah dibayarkan kepada pemegang saham pada 22 Desember 2025.

“Sehingga sisa dividen tunai per saham untuk tahun buku 2025 yang akan dibayarkan oleh perseroan adalah sebesar Rp281 per saham,” ujar manajemen dalam keterangannya, 13 Maret 2026. Adapun jadwal pembagian dividen tunai BBCA adalah sebagai berikut:

Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 27 Maret 2026

Cum dividen pasar tunai: 31 Maret 2026

Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 30 Maret 2026

Ex dividen pasar tunai: 1 April 2026

Recording date: 31 Maret 2026

Pembayaran dividen tunai: 8 April 2026.

Artikel Terkait

OJK Yakin MSCI Tak Turunkan Status Pasar Modal RI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis status pasar modal Indonesia tidak akan diturunkan oleh Morgan Stanley Capital International(MSCI) Inc,

Laba TUGU Melejit 77% di 2025 Ini Rahasianya

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat lonjakan laba bersih sepanjang 2025, menegaskan konsistensi fundamental bisnis di tengah dinamika industri asuransi dan penerapan standar akuntansi baru PSAK 117.

Bos SIDO Borong Saham di Tengah Pergerakan Stagnan

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, (SIDO) menyampaikan bahwa Irwan Hidayat, selaku direktur kembali menambah kepemilikan sahamnya.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru