EmitenTrust Versi penuh
Macro

BPS: Inflasi Juli 2026 Tembus 2,88%, Tapi RI Masih Deflasi!

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Juli 2026 sebesar 2,88%, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,73. Sementara itu, secara bulanan Indonesia masih mencatat deflasi 0,14%, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) hingga Juli 2026 mencapai 1,65%.

Oleh Komarudin 03 Aug 2026 12:39 1 menit baca

Emitentrust.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Juli 2026 sebesar 2,88%, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,73. Sementara itu, secara bulanan Indonesia masih mencatat deflasi 0,14%, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) hingga Juli 2026 mencapai 1,65%.

Dalam siaran pers yang dirilis BPS, Senin (3/8/2026), inflasi tahunan tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Papua Barat sebesar 5,47% dengan IHK 114,49. Sebaliknya, inflasi tahunan terendah tercatat di Papua Selatan sebesar 1,46% dengan IHK 114,28.

Pada tingkat kabupaten/kota, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,91% dengan IHK 120,00. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 1,00% dengan IHK 114,30.

BPS juga melaporkan komponen inti mencatat inflasi tahunan sebesar 2,76% pada Juli 2026. Secara bulanan, inflasi inti mencapai 0,14%, sedangkan secara tahun kalender (year-to-date) tercatat 1,75%.

Data tersebut menunjukkan tekanan harga secara tahunan masih berada di kisaran target inflasi, meski secara bulanan Indonesia kembali mengalami deflasi pada Juli 2026.

Topik terkait
BPS Badan Pusat Statistik (BPS) year on year/yoy Indeks Harga Konsumen (IHK) inflasi tahunan Juli 2026