BYAN Ungkap Fakta soal Rumor Akuisisi 62,24% oleh Perusahaan Haji Isam
EmitenTrust.com PT Bayan Resources Tbk (BYAN) buka suara terkait rumor pengambilalihan atau akuisisi saham perseroan oleh pihak yang dikaitkan dengan Jhonlin Group milik Haji Isam.
Manajemen BYAN menegaskan hingga 16 Agustus 2026 belum mengetahui adanya rencana transaksi akuisisi sebagaimana informasi yang beredar di media.
Klarifikasi tersebut disampaikan BYAN melalui surat Nomor 187/BR-IDXMN/2026 kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai tanggapan atas permintaan penjelasan bursa terkait pemberitaan mengenai rumor akuisisi perusahaan.
Corporate Secretary BYAN Jenny Guantero menyampaikan bahwa perseroan saat ini tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham BYAN sebagaimana yang disebutkan dalam informasi yang beredar.
"Namun pemegang saham pengendali Perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan," tulis manajemen BYAN dalam surat BEI pada Selasa (18/8).
BEI juga meminta penjelasan terkait informasi mengenai dugaan rencana pengambilalihan atau akuisisi sekitar 62,24% saham BYAN oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam.
Menanggapi hal tersebut, BYAN menegaskan belum mengetahui adanya rencana transaksi tersebut hingga tanggal surat dikeluarkan.
"Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,24% saham Perseroan oleh Hap Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam," jelas manajemen.
Dengan demikian, BYAN juga tidak dapat memberikan informasi mengenai status transaksi, pihak-pihak yang terlibat, struktur transaksi, maupun porsi saham dan nilai transaksi yang dikabarkan tersebut.
Manajemen BYAN juga menyatakan belum dapat menjelaskan potensi perubahan pengendalian perusahaan karena belum terdapat transaksi yang dapat dikonfirmasi oleh perseroan.
Perseroan pun menilai rumor tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan BYAN.
"Tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan Perseroan sehubungan dengan informasi tersebut karena tidak terdapat transaksi yang dapat dikonfirmasi oleh Perseroan," ungkap manajemen.
BYAN juga menyatakan hingga 16 Agustus 2026 tidak memiliki informasi atau kejadian material lain yang belum disampaikan kepada publik yang berpotensi memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham perseroan.
Perseroan menegaskan akan tetap memenuhi ketentuan pasar modal dan peraturan BEI, termasuk menyampaikan keterbukaan informasi apabila terdapat informasi atau fakta material yang wajib diumumkan kepada publik.