EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

CFIN Dicoret FTSE, Kepemilikan Lo Kheng Hong Tetap Tambah Jadi 2,20%

Oleh Komarudin 07 Sep 2026 11:00 3 menit baca

EmitenTrust.com - Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah kepemilikannya di PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) tercatat terus meningkat sepanjang 2026.

Mengacu pada data kepemilikan saham di atas 1% yang tercatat di sistem Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), porsi kepemilikan Lo Kheng Hong di CFIN naik secara bertahap selama tujuh bulan terakhir.

Pada Februari 2026, kepemilikannya tercatat sebesar 1,58%. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 1,63% pada Maret, 1,90% pada April, dan 1,91% pada Mei.

Akumulasi berlanjut pada Juni ketika kepemilikannya naik menjadi 2,08%, kemudian 2,12% pada Juli, hingga mencapai 2,20% pada Agustus 2026.

Dengan demikian, porsi kepemilikan Lo Kheng Hong bertambah 0,62 percentage point sejak Februari hingga Agustus 2026. Secara relatif, porsi tersebut meningkat sekitar 39,2% dibandingkan posisi awal periode.

Di tengah aksi akumulasi tersebut, struktur pemegang saham CFIN masih didominasi oleh PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) dengan kepemilikan sekitar 51,49%.

Pemegang saham lainnya antara lain Fidelity Funds sebesar 8,23%, Haiyanto sekitar 3,99%, UOB Kay Hian Private Limited 2,57%, dan Drs Surono Subekti sekitar 2,56%.

Aksi akumulasi Lo Kheng Hong berlangsung seiring dengan membaiknya kinerja keuangan CFIN.

Pada kuartal I 2026, Clipan Finance membukukan laba bersih Rp59,33 miliar, naik 69,32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp35,04 miliar. Laba per saham juga meningkat dari Rp8,79 menjadi Rp14,89.

Kinerja positif berlanjut hingga semester I 2026. Perseroan mencatat laba bersih Rp102,3 miliar, tumbuh sekitar 27% secara tahunan, dengan laba per saham mencapai Rp25,68.

Pertumbuhan laba tersebut terjadi meski pendapatan perseroan turun sekitar 6% menjadi Rp774 miliar. Perseroan mampu menjaga profitabilitas melalui efisiensi, tercermin dari penurunan beban operasional sebesar 11,3% dan biaya pencadangan penurunan nilai aset sebesar 18%.

Manajemen CFIN menargetkan momentum tersebut dapat dipertahankan hingga akhir 2026 melalui diversifikasi portofolio pembiayaan, penguatan manajemen risiko, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi.

Dari sisi valuasi, saham CFIN yang berada di kisaran Rp300-an juga menawarkan dividend yield yang relatif tinggi. Kombinasi valuasi dan imbal hasil tersebut menjadi salah satu faktor yang menarik bagi investor dengan pendekatan value investing.

Di sisi lain, CFIN menghadapi perubahan komposisi indeks global. Mulai 21 September 2026, saham CFIN dijadwalkan keluar dari indeks FTSE Russell Micro Cap karena belum memenuhi sejumlah kriteria, termasuk kapitalisasi pasar yang dapat diinvestasikan, free float, dan likuiditas.

Penghapusan dari indeks tersebut tidak secara otomatis menunjukkan perubahan fundamental perseroan. Namun, aksi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap saham dalam jangka pendek apabila terdapat dana yang melakukan penyesuaian portofolio mengikuti indeks.

Selain aksi Lo Kheng Hong, sektor multifinance Indonesia juga tengah menjadi perhatian investor asing.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya mengungkapkan adanya proses akuisisi perusahaan pembiayaan oleh investor asal Jepang, Korea Selatan hingga Hong Kong.

Salah satu pemain yang agresif di sektor ini adalah Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG). Bersama Adira Dinamika Multifinance, MUFG mengakuisisi 80,6% saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) dengan nilai sekitar Rp7,04 triliun, yang rampung pada semester I 2024.

Investor asing lainnya juga telah masuk ke industri pembiayaan nasional melalui sejumlah transaksi, termasuk Woori Card dari Korea Selatan, Mizuho dari Jepang, serta Moladin dari Singapura.

Minat tersebut tidak terlepas dari potensi industri multifinance Indonesia yang masih besar. Data OJK menunjukkan piutang pembiayaan industri telah mencapai lebih dari Rp500 triliun dengan pertumbuhan tahunan di atas 7%.

Bagi CFIN, posisi sebagai bagian dari Grup Panin membuat emiten tersebut tetap menarik untuk dicermati di tengah meningkatnya minat strategis investor asing terhadap sektor pembiayaan.

Topik terkait
CFIN Investor kawakan Lo Kheng Hong PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) Panis grup