back to top

CNKO Ungkap Lego Anak Usaha Rp50M, Ini Alasannya

Emitentrust.com – PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) melakukan langkah strategis dengan melepas salah satu aset anak usahanya guna memperbaiki kinerja keuangan. Penjualan tersebut dilakukan melalui entitas terkendali, PT Energi Batubara Indonesia (EBI), pada 29 April 2026.

Manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi menyampaikan bahwa EBI telah menjual seluruh kepemilikannya di PT Sekti Rahayu Indah (SRI) sebanyak 495.840 saham dengan total nilai transaksi Rp50 miliar.

Secara rinci, transaksi tersebut terbagi menjadi dua bagian. Sebanyak 397.152 saham dijual kepada PT Mitra Barito senilai Rp40 miliar, sementara 98.688 saham lainnya dilepas kepada PT Banua Antang Raya dengan nilai Rp10 miliar. Seluruh transaksi dituangkan dalam akta jual beli yang ditandatangani pada tanggal yang sama di hadapan notaris di Jakarta.

Perseroan menjelaskan bahwa langkah divestasi ini merupakan bagian dari strategi untuk memfokuskan kegiatan usaha pada sektor perdagangan batubara. Selain itu, dana hasil transaksi diharapkan dapat digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis ke depan.

Dari sisi fundamental, kondisi keuangan CNKO masih menghadapi tekanan. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, perseroan mencatatkan ekuitas negatif sebesar Rp1,06 triliun, dengan total aset mencapai Rp891,35 miliar.

Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa transaksi ini tidak tergolong sebagai transaksi material karena nilainya di bawah 10% dari total aset perseroan, sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ke depan, CNKO berharap langkah restrukturisasi ini dapat membantu memperbaiki kinerja keuangan sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Artikel Terkait

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

BEI Umumkan 37 Saham Baru Masuk Daftar HSC, Total 51 Emiten

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen Bursa bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni KPEI dan KSEI, untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia. Salah satu langkah terbaru adalah merevisi

IHSG Ditutup Hijau Meski Tipis, Sektor Energi Jadi Penyelamat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan Selasa (14/7/2026). Meski sempat bergerak fluktuatif sepanjang hari, IHSG akhirnya ditutup naik tipis 1,67 poin atau 0,03% ke level 6.039,52.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru