back to top

DAAZ Masuk Proyek Besar Hilirisasi Nikel, Gandeng Raksasa Global & BUMN

Emtrust – Emiten perdagangan besar logam dan bijih logam, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), resmi mengumumkan keterlibatannya dalam konsorsium strategis untuk pengembangan hilirisasi nikel di Indonesia. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Framework Agreement yang dilakukan pada 30 Januari 2026.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan, DAAZ melalui anak usahanya, Daaz Nexus Energy Limited, bergabung dalam entitas bernama HYD Investment Limited. Konsorsium ini merupakan kolaborasi lintas negara yang melibatkan pemain besar industri nikel dan baterai global, seperti Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd. dan EVE Energy Co. Ltd.

Kerja sama ini juga melibatkan dua BUMN besar Indonesia, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Industri Baterai Indonesia (IBC). Fokus utama dari kesepakatan ini adalah rencana pengembangan hilirisasi nikel sebagai bagian dari inisiatif pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle) di tanah air.

Direktur Utama PT Daaz Bara Lestari Tbk, Mahar Atanta Sembiring, menjelaskan bahwa saat ini kerja sama tersebut masih berada pada tahap awal. Pelaksanaan kerja sama selanjutnya akan sangat bergantung pada pemenuhan syarat pendahuluan serta penandatanganan perjanjian definitif di masa mendatang.

“Penandatanganan Framework Agreement ini belum menimbulkan kewajiban investasi yang bersifat final dan mengikat bagi Perseroan,” tulis manajemen dalam laporannya.

Pihak manajemen juga menegaskan bahwa hingga saat ini, kejadian tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap kondisi keuangan atau kelangsungan operasional perusahaan. Kendati demikian, masuknya DAAZ ke dalam proyek ekosistem baterai nasional ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi perusahaan di sektor hilirisasi mineral.

Artikel Terkait

TAXI Ungkap Akhiri Kerja Sama dengan GOTO, Ada Apa?

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mengumumkan berakhirnya perjanjian pengadaan jasa dengan PT Rekan Anak Bangsa, perusahaan yang merupakan bagian dari GoTo Group.

Pengendali WINR Belum Berhenti Buang Saham Jutaan Lembar di FCA, Kenapa?

Emitentrust.com - Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya...

26 Saham Masuk Cum Dividen Pekan Depan, Yield Mini hingga 10 Persen

Sebanyak 26 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memasuki periode cum dividen pada 6-8 Juli 2026. Momen ini menjadi kesempatan bagi investor yang ingin mengamankan hak atas dividen tunai, dengan dividend yield yang ditawarkan bervariasi, mulai dari 0,01% hingga mencapai 10%.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru