DOOH Mau Rights Issue Jumbo, Buat Bayar Utang
EmitenTrust.com - PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 154,78 miliar saham baru.
Dalam keterbukaan informasi DOOH pada Kamis (1/10), saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp10 per saham dan mewakili sebanyak-banyaknya 95,24% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD I.
Rencana aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 9 November 2026.
Pelaksanaan PMHMETD I direncanakan dilakukan segera setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan akan melaksanakan rights issue tersebut dalam jangka waktu paling lama 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB.
DOOH menyatakan dana yang diperoleh dari PMHMETD I, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk dua kebutuhan utama.
Pertama, perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk melunasi utang kepada pemegang saham.
Kedua, dana rights issue akan dialokasikan untuk ekspansi dan pengembangan usaha, baik secara langsung maupun melalui entitas anak, khususnya pada ekosistem artificial intelligence (AI).
Ekspansi tersebut mencakup pembangunan dan pengembangan infrastruktur AI, mulai dari Data Centre AI, High Speed Connectivity, Inland Fiber Optic Backbone, Submarine Fiber Optic Backbone hingga Green Energy berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Perseroan menyebut ekspansi dapat dilakukan melalui belanja modal atau capital expenditure (Capex), kebutuhan operasional atau operating expenditure (Opex), maupun investasi anorganik pada entitas atau lini bisnis yang sejalan dengan misi perseroan.
Sebelumnya, pengendali DOOH adalah PT Prambanan Investasi Sukses. Pengendalian kemudian beralih kepada PT Sinergi Internasional Investama (SII) setelah SII membeli saham DOOH sebanyak 51% dari PT Prambanan Investasi Sukses.
Dengan transaksi tersebut, SII menjadi pengendali baru DOOH sekaligus menjadi pihak yang terafiliasi dengan perseroan.
Adapun berdasarkan struktur permodalan yang tercantum dalam dokumen, sebelum aksi korporasi, modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan terdiri dari 1.000 saham dengan nilai nominal Rp1 juta per saham.
Komposisinya terdiri dari Tinawati sebanyak 999 saham atau 99,90% dan Sugiyanti sebanyak satu saham atau 0,10%.
Rencana rights issue ini selanjutnya masih membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB dan efektivitas pernyataan pendaftaran dari OJK sebelum dapat dilaksanakan.