back to top

Dua Komisaris MKNT Kompak Mundur, Ada Apa?

Emitentrust.com – PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) menyampaikan bahwa Ivan Zuchly selaku Komisaris utama dan Julius Sardi selaku Komisaris Independen mengundurkan diri.

Jefri Junaedi Direktur Utama dalam keterangan tertulis Selasa (13/1) menuturkan bahwa MKNT telah menerima surat pengunduran Ivan Zuchly pada tanggal 12 Januari 2026 dan pada saat bersamaan, Julius Sardi selaku Komisaris Independen MKNT juga mengundurkan diri.

Sebagai informasi, Ivan dan Julius diangkat sebagai Komisaris utama dan Independen MKNT dalam Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada tanggal 14 Juli 2023.

Jefri menambahkan pengunduran diri ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum,kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha MKNT.

Perlu diketahui MKNT masuk katagori potensi delisting oleh BEI. MKNT sahamnya saat ini telah dihentikan sementara (suspensi) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Juli 2024 karena belum menyampaikan laporan keuangan.

Harga saham terakhir yang tercatat sebelum suspensi adalah Rp 1 per lembar saham. Harga terendah sepanjang masa saham ini juga berada di level Rp 1.

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi produk telekomunikasi.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru