back to top

Efek Revaluasi Properti, Laba Plaza Indonesia (PLIN) Merosot di 2025

Emitentrust.com- PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) mencatat penurunan laba bersih sepanjang 2025. Emiten properti premium tersebut membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp639,34 miliar, turun sekitar 35,9% dibandingkan laba tahun 2024 yang mencapai Rp997,54 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2025 yang diterbitkan Jumat (13/3) disebutkan, pendapatan perseroan tercatat Rp1,40 triliun, meningkat tipis sekitar 1,09% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp1,38 triliun.

Meski pendapatan naik, laba bersih tertekan terutama akibat penurunan keuntungan dari penyesuaian nilai wajar properti investasi. Pada 2025, keuntungan dari penyesuaian nilai wajar properti investasi tercatat Rp134,37 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp476,69 miliar.

Secara operasional, perseroan masih mencatat kinerja yang cukup solid. Laba sebelum penyesuaian nilai wajar properti investasi mencapai Rp555,30 miliar, meningkat dari Rp533,14 miliar pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat Rp1,03 triliun, naik dari Rp667,50 miliar pada 2024. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp28,16 miliar, laba bersih tahun berjalan tercatat Rp639,34 miliar.

Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai Rp12,87 triliun hingga akhir 2025, meningkat dibandingkan Rp12,76 triliun pada tahun sebelumnya. Aset tersebut sebagian besar berasal dari properti investasi yang mencapai Rp11,07 triliun.

Sementara itu, total liabilitas perseroan tercatat Rp1,49 triliun, naik dari Rp1,41 triliun pada 2024. Adapun total ekuitas tercatat sebesar Rp11,34 triliun.

Pada sisi arus kas, perseroan membukukan kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp737,96 miliar, meningkat dibandingkan Rp698,72 miliar pada tahun sebelumnya.

Namun, arus kas pendanaan tercatat negatif sebesar Rp610,43 miliar, terutama disebabkan oleh pembayaran dividen tunai sekitar Rp608,15 miliar kepada pemegang saham.

Artikel Terkait

IHSG Ambruk 3,05%! 629 Saham Rontok di Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada akhir perdagangan Jumat (13/3/2026). IHSG merosot 224,90 poin atau 3,05% ke level 7.137,21.

Bos Astra (ASII) Cicil Beli Saham Harga Pasar

PT Astra International Tbk (ASII) menyampaikan bahwa Thomas Junaidi Alim W selaku Direktur telah melakukan aksi pembelian saham di pasar pada 11 Maret 2026.

Mulia Boga (KEJU) Mau Masuk Bisnis Cokelat & Restoran

Emiten produsen makanan PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) bersiap melakukan ekspansi bisnis baru dengan menambah lini usaha di sektor perdagangan produk makanan hingga layanan restoran.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru