Emiten Hermanto Tanoko (RISE) Raih Laba Rp147,4M, Naik 167% di Kuartal III

Emiten Hermanto Tanoko (RISE) Raih Laba Rp147,4M, Naik 167% di Kuartal III
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), emiten properti yang terafiliasi dengan pengusaha Hermanto Tanoko, membukukan laba bersih sebesar Rp147,45 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut melonjak 167,53% dibandingkan laba bersih kuartal III 2026
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), emiten properti yang terafiliasi dengan pengusaha Hermanto Tanoko, membukukan laba bersih sebesar Rp147,45 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Angka tersebut melonjak 167,53% dibandingkan laba bersih Rp55,12 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan per 30 September 2026, pendapatan RISE juga meningkat 23,91% menjadi Rp364,48 miliar dari Rp294,15 miliar pada periode Januari-September 2025.

Kinerja laba RISE turut ditopang peningkatan laba bruto sebesar 69,06% menjadi Rp219,56 miliar dari Rp129,86 miliar. Sementara itu, laba usaha melesat 196,08% menjadi Rp133,74 miliar dibandingkan Rp45,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Beban pokok pendapatan perseroan justru turun 11,79% menjadi Rp144,93 miliar dari Rp164,29 miliar. Kondisi tersebut membuat margin laba bruto meningkat menjadi sekitar 60,24%, dibandingkan 44,15% pada sembilan bulan pertama 2025.

Dari total laba bersih Rp147,45 miliar, sebesar Rp146,91 miliar diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Nilai tersebut meningkat sekitar 182,99% dibandingkan Rp51,92 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba per saham RISE juga naik dari Rp3,21 menjadi Rp9,07, atau meningkat sekitar 182,55%.

Meski demikian, penghasilan dan beban lain-lain masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil akhir perseroan. RISE mencatat kerugian atas selisih portofolio efek sebesar Rp37,71 miliar, melonjak dibandingkan Rp2,76 miliar pada periode Januari-September 2025.


Di sisi lain, perseroan membukukan penyesuaian nilai wajar properti investasi sebesar Rp35,13 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya tidak terdapat pos tersebut.

Sebelum memperhitungkan penyesuaian nilai wajar properti investasi, laba RISE tercatat Rp118,94 miliar, naik dari Rp63 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Aset RISE Tembus Rp4,32 Triliun

Dari sisi neraca, total aset RISE mencapai Rp4,32 triliun per 30 September 2026, meningkat 4,01% dibandingkan Rp4,15 triliun pada 31 Desember 2025.

Kas dan setara kas meningkat 46,51% menjadi Rp233,89 miliar dari Rp159,65 miliar. Sementara itu, aset real estat naik menjadi Rp1,09 triliun dari Rp1,06 triliun, atau bertambah sekitar 3,20%.

Properti investasi juga meningkat 6,04% menjadi Rp881,01 miliar dari Rp830,85 miliar pada akhir 2025.

Adapun total liabilitas naik 6,54% menjadi Rp796,35 miliar dari Rp747,49 miliar. Total ekuitas meningkat 3,46% menjadi Rp3,52 triliun dibandingkan Rp3,41 triliun pada akhir tahun sebelumnya.

Arus Kas Operasi Berbalik Positif

Arus kas bersih dari aktivitas operasi RISE juga membaik signifikan. Perseroan mencatat arus kas operasi positif sebesar Rp96,37 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, berbalik dari arus kas negatif Rp55,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.