back to top

Emiten TP Rachmat (TAPG) Kantongi Dividen Anak Usaha Rp450M

Emitentrust.com- Emiten perkebunan minyak sawit dan karet milik TP Rachmat PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) melaporkan penerimaan dividen final dari perusahaan ventura bersama, PT Union Sampoerna Triputra Persada (USTP) dan entitas anaknya mencapai Rp450 miliar.

Sekretaris Perusahaan PT Triputra Agro Persada Tbk, Joni Tieng, menjelaskan bahwa transaksi yang berlangsung pada 13 Maret 2026 ini merupakan bentuk pemenuhan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No 42/POJK.04/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

“Penerimaan dividen final ini berasal dari PT Union Sampoerna Triputra Persada (USTP) dan entitas anaknya selaku perusahaan ventura bersama Perseroan,” ujar Joni dalam keterangan tertulisnya.

Untuk diketahui, PT Union Sampoerna Triputra Persada merupakan entitas yang sahamnya dimiliki oleh TAPG sebesar 50%. Manajemen menegaskan bahwa perolehan dana segar ini tidak memiliki dampak material yang merugikan terhadap kelangsungan usaha maupun kondisi finansial perusahaan secara keseluruhan.

Penerimaan dividen ini diharapkan dapat memperkuat posisi kas internal TAPG di tengah dinamika pasar komoditas tahun 2026. Hingga saat ini, operasional perusahaan tetap berjalan normal pasca pelaporan transaksi tersebut.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru