back to top

Gagal Bayar! Pefindo Pangkas Peringkat WIKA Jadi idD

Emitentrust.com – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) kembali menurunkan peringkat surat utang PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyusul penundaan pembayaran kupon yang jatuh tempo pada 18 Februari 2026.

Dalam keterangan resminya, PEFINDO menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II Tahap II menjadi idD dari sebelumnya idCCC. Sementara itu, peringkat Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Seri B dan C juga diturunkan menjadi idD(sy) dari idCCC(sy).

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas tertundanya pembayaran kupon untuk masing-masing instrumen yang telah jatuh tempo.

Peringkat WIKA Tetap idSD

Pada saat yang sama, PEFINDO mempertahankan peringkat korporasi WIKA di level idSD (Selective Default) serta mempertahankan peringkat idD untuk obligasi dan sukuk lainnya yang masih beredar.

Peringkat idD mencerminkan kondisi gagal bayar atas kewajiban keuangan tertentu, sementara idSD menunjukkan bahwa entitas telah gagal memenuhi sebagian kewajiban finansialnya, namun belum seluruhnya.

Likuiditas Lemah dan Risiko Ekspansi

PEFINDO menyatakan bahwa penurunan peringkat mencerminkan profil keuangan dan likuiditas WIKA yang masih lemah, serta tekanan yang berasal dari risiko ekspansi agresif pada periode sebelumnya.

Lembaga pemeringkat tersebut membuka peluang peninjauan kembali peringkat apabila WIKA mampu menyelesaikan kewajiban pembayaran pokok dan kupon obligasi maupun sukuk yang telah jatuh tempo.

BUMN Konstruksi

Didirikan pada 1961, WIKA merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor konstruksi dan investasi. Perseroan memiliki sejumlah lini bisnis, antara lain, Investasi, Realti dan properti, Infrastruktur dan gedung, Energi dan industrial plant dan Industri manufaktur.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru