Giliran PGUN Bantah Haji Isam Akuisisi BYAN

Giliran PGUN Bantah Haji Isam Akuisisi BYAN
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) membantah rumor pasar yang mengaitkan perseroan dengan rencana pengambilalihan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Manajemen PGUN menegaskan tidak memiliki rencana maupun informasi material mengenai aksi akuisisi BYAN, termasuk dari pemegang saham pengendali maupun pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) yaitu Haji Isam.

Klarifikasi tersebut disampaikan PGUN melalui surat Nomor 098/DIR-PG/EXT-CORSEC/VIII/2026 kepada Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Vera Forida, tertanggal 19 Agustus 2026.

Surat tersebut merupakan jawaban atas permintaan penjelasan BEI melalui Surat Nomor S-10834/BEI.PP1/08-2026 tertanggal 19 Agustus 2026, menyusul pemberitaan media mengenai rumor akuisisi BYAN yang turut dikaitkan dengan pergerakan saham PGUN.

"Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan tidak mengetahui atas kebenaran ataupun memiliki informasi terkait dengan pemberitaan dimaksud terkait dengan adanya rencana pengambilalihan PT Bayan Resources Tbk (BYAN)," tegas Direktur PGUN Tamlikho dalam keterbukaan informasi.

Manajemen PGUN menyatakan perseroan maupun lini bisnis dalam grup belum memiliki rencana untuk melakukan aksi korporasi berupa akuisisi saham BYAN.

Tidak hanya itu, manajemen juga mengaku belum menerima konfirmasi maupun pemberitahuan resmi dari pemegang saham pengendali atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) terkait rencana pengambilalihan tersebut.

Dengan tidak adanya rencana transaksi, PGUN menyatakan tidak memiliki agenda keterbukaan informasi maupun timeline pelaksanaan akuisisi yang dapat disampaikan kepada publik.

Manajemen juga memastikan tidak terdapat informasi, fakta, atau kejadian material lain yang belum disampaikan kepada publik yang berpotensi mengganggu kelangsungan usaha maupun memengaruhi harga saham perseroan.


Rumor akuisisi BYAN sebelumnya juga mendapat bantahan dari PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).

JARR memberikan klarifikasi kepada BEI melalui surat Nomor S-10814/BEI.PP/08-2026 tertanggal 18 Agustus 2026 terkait pemberitaan mengenai rumor Haji Isam mengakuisisi Bayan Resources (BYAN).

Dalam tanggapannya, JARR menyatakan hingga 19 Agustus 2026 perseroan tidak mengetahui kebenaran maupun memiliki informasi mengenai rencana pengambilalihan BYAN.

Bahkan, JARR secara tegas menyatakan bahwa perseroan maupun Grup Jhonlin tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi saham BYAN.

"Perseroan maupun Grup tidak memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN)," demikian penjelasan JARR kepada BEI.

BYAN sebelumnya telah memberikan klarifikasi terkait rumor pengambilalihan saham perseroan oleh pihak yang dikaitkan dengan Jhonlin Group dan Haji Isam.

Manajemen BYAN menyatakan hingga 16 Agustus 2026 belum mengetahui adanya rencana transaksi akuisisi sebagaimana informasi yang beredar.

Namun, BYAN menyebut pemegang saham pengendali perseroan dari waktu ke waktu dapat mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang investasi.

"Namun pemegang saham pengendali Perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan," tulis manajemen BYAN dalam tanggapan kepada BEI.