Grup Lippo (SILO) Siapkan Akuisisi 14 Perusahaan Rumah Sakit Rp6,9 T

Grup Lippo (SILO) Siapkan Akuisisi 14 Perusahaan Rumah Sakit Rp6,9 T
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menyiapkan aksi korporasi jumbo dengan rencana mengambil alih sejumlah saham pada 14 perusahaan yang memiliki aset properti rumah sakit. Nilai agregat transaksi tersebut diperkirakan mencapai Rp6,91 triliun.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menyiapkan aksi korporasi jumbo dengan rencana mengambil alih sejumlah saham pada 14 perusahaan yang memiliki aset properti rumah sakit. Nilai agregat transaksi tersebut diperkirakan mencapai Rp6,91 triliun.

Rencana transaksi ini akan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, SILO bersama entitas anaknya, MKB, akan mengambil alih 100% saham pada 8 perusahaan sasaran. Sementara tahap kedua mencakup pengambilalihan saham pada 6 perusahaan lainnya yang pelaksanaannya bergantung pada penggunaan opsi jual oleh pihak terkait.

Ke-14 perusahaan sasaran tersebut merupakan entitas yang memiliki properti rumah sakit yang selama ini dioperasikan oleh SILO dan terkait dengan First Real Estate Investment Trust (First REIT). Transaksi ini menjadi bagian dari rencana perseroan untuk mengambil alih kepemilikan aset rumah sakit dari entitas anak First REIT.

Pada tahap pertama, aset rumah sakit yang masuk dalam rencana akuisisi mencakup Siloam Sriwijaya di Palembang, Siloam Hospitals Purwakarta, Siloam Hospitals Lippo Village di Tangerang, Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Siloam Hospitals Bali, Siloam Hospitals Kupang, Siloam Hospitals Baubau, dan Siloam Hospitals Manado.

Selanjutnya, tahap kedua mencakup Siloam Hospitals Labuan Bajo, Siloam Hospitals TB Simatupang, Siloam Hospitals Makassar, Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC), Siloam Hospitals Lippo Cikarang, serta Siloam Hospitals Yogyakarta.

" Dengan nilai transaksi mencapai Rp6.908.604 juta, aksi korporasi tersebut masuk kategori transaksi material. Nilainya disebut melebihi 50% dari ekuitas SILO berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI JUmat (18/9).

Perseroan menyatakan kedua tahap transaksi harus diperlakukan sebagai satu kesatuan dan dihitung secara kumulatif. Hal ini antara lain karena seluruh perjanjian jual beli bersyarat (PPJB) dan perjanjian opsi jual ditandatangani pada tanggal yang sama, yakni 1 April 2026, serta melibatkan pihak yang sama dari entitas anak First REIT.

Selain itu, objek transaksi memiliki karakteristik yang sejenis, yakni perusahaan-perusahaan yang memiliki portofolio properti rumah sakit. Penyelesaian transaksi tahap kedua juga bergantung pada penyelesaian transaksi tahap pertama.

Untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham, SILO berencana menggelar RUPSLB pada 22 September 2026 secara hybrid di Tangerang. Rapat tersebut akan menjadi salah satu tahapan penting sebelum perseroan merealisasikan rencana akuisisi tersebut.