back to top

Grup Lippo (SILO) Siapkan Rp9T Borong Properti Rumah Sakit

Emitentrust.com – Emiten pengelola rumah sakit grup Lippo, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), resmi mengumumkan rencana pembelian aset strategis berupa saham di sejumlah perusahaan pemilik properti rumah sakit dengan nilai total transaksi mencapai Rp9 triliun.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman Awal yang telah disampaikan Perseroan kepada First REIT Management Limited pada Januari 2025 lalu.

Dalam keterangannya yang dirilis Rabu (1/4), Sekretaris Perusahaan SILO, Lewi Aga Basoeki, menjelaskan bahwa transaksi ini akan dilakukan dalam dua tahap. Transaksi tahap pertama memiliki nilai sebesar Rp5,12 triliun, sementara tahap kedua melalui mekanisme opsi jual (put option) bernilai Rp3,87 triliun.

Seluruh dana untuk akuisisi ini akan bersumber dari pendanaan eksternal berupa fasilitas kredit sindikasi. Objek transaksi tahap pertama mencakup pengalihan seluruh saham pada perusahaan-perusahaan pemilik properti rumah sakit utama, di antaranya Siloam Hospitals Lippo Village, Kebon Jeruk, Manado, Denpasar, Purwakarta, Kupang, Sriwijaya, dan Baubau.

Sementara itu, tahap kedua akan melibatkan properti seperti Siloam Hospitals Lippo Cikarang, Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC), Makassar, TB Simatupang, hingga Siloam Hospitals Yogyakarta.Manajemen SILO menegaskan bahwa transaksi ini tidak memiliki dampak material negatif terhadap arus kas perusahaan, melainkan justru sejalan dengan strategi ekspansi bisnis tahun ini.

Perseroan memandang langkah ini akan membawa dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan dalam jangka panjang.Meski perjanjian telah ditandatangani, penyelesaian transaksi ini masih harus memenuhi sejumlah kondisi prasyarat.

Hal tersebut termasuk perolehan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta izin dari regulator terkait sesuai dengan ketentuan otoritas pasar modal yang berlaku.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru