GTRA Berencana Terbitkan Saham Baru, Potensi Dilusi 10%

GTRA Berencana Terbitkan Saham Baru, Potensi Dilusi 10%
PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) berencana menerbitkan maksimal 189,44 juta saham baru melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) berencana menerbitkan maksimal 189,44 juta saham baru melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Aksi korporasi tersebut setara dengan maksimal 10% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 29 Oktober 2026, perusahaan yang bergerak di bidang angkutan bermotor untuk barang umum tersebut akan meminta persetujuan pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Desember 2026.

GTRA menetapkan nilai nominal saham baru sebesar Rp100 per saham. Adapun harga pelaksanaan nantinya paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham perseroan selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham tambahan.

Dengan ketentuan tersebut, harga pelaksanaan final dan total dana yang berpotensi dihimpun masih bergantung pada harga acuan sesuai ketentuan bursa serta jumlah saham yang benar-benar diterbitkan.

Manajemen menjelaskan, aksi korporasi ini ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha di masa mendatang sekaligus memperkuat struktur permodalan. Perseroan menegaskan bahwa penerbitan saham baru tersebut bukan dilakukan dalam rangka memperbaiki posisi keuangan.

Dana hasil private placement, setelah dikurangi biaya pelaksanaan, akan digunakan oleh perseroan dan/atau entitas anak untuk pengembangan usaha serta optimalisasi struktur permodalan.

GTRA menyatakan PMTHMETD dapat dilaksanakan sekaligus maupun secara bertahap dalam jangka waktu maksimal dua tahun sejak persetujuan RUPS diperoleh. Pembayaran saham baru akan dilakukan secara tunai.

Perseroan juga mengungkapkan belum pernah melaksanakan PMTHMETD sebelumnya, baik untuk memperbaiki posisi keuangan maupun untuk tujuan lainnya.

Apabila seluruh saham baru diterbitkan, jumlahnya akan mencapai maksimal 10% dari saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh saat ini. Dengan demikian, pemegang saham lama berpotensi mengalami dilusi kepemilikan, bergantung pada jumlah saham yang diterbitkan dan partisipasi masing-masing pemegang saham dalam struktur kepemilikan setelah aksi korporasi.

RUPS independen untuk meminta persetujuan atas rencana tersebut dijadwalkan berlangsung di Sotis Hotel Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 7 Desember 2026. Perseroan menjadwalkan penyampaian ringkasan risalah RUPS pada 9 Desember 2026 dan penyampaian risalah keputusan kepada OJK serta Bursa Efek Indonesia pada 11 Desember 2026.

Pada perdagangan hari ini Kamis (29/10) saham GTRA naik 2,88 persen ke level Rp286.