back to top

Hapsoro dan Pengendali Lepas Saham BUVA Harga Premiun, Ada Apa?

Emitentrust.com- Emitentrust.com- Aksi divestasi terjadi pada saham emiten properti dan perhotelan Bali, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA). Dua pemegang sahamnya dilaporkan serentak melepas ratusan juta saham pada transaksi yang terjadi pada 11 Maret 2026.

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke BEI tertanggal 13/3/2026 Hapsoro menjual sebanyak 17 juta saham BUVA di harga Rp1.600 per saham. Dengan transaksi tersebut, nilai penjualan saham mencapai sekitar Rp27,2 miliar.

Setelah transaksi, kepemilikan Hapsoro di BUVA turun dari 60,84 juta saham (0,25%) menjadi 43,84 juta saham (0,18%). Meski demikian, ia masih tercatat sebagai pemegang saham pengendali dan menyatakan tetap mempertahankan pengendalian.

Pada hari yang sama, pemegang saham lainnya yakni PT Nusantara Utama Investama juga melakukan aksi serupa dengan melepas 139,25 juta saham BUVA di harga yang sama, yakni Rp1.600 per saham.

Nilai transaksi dari penjualan saham tersebut mencapai sekitar Rp222,8 miliar. Setelah transaksi, kepemilikan Nusantara Utama Investama berkurang dari 15,17 miliar saham (61,64%) menjadi 15,03 miliar saham (61,07%).

Secara keseluruhan, total saham BUVA yang dilepas oleh kedua pihak mencapai sekitar 156,25 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp250 miliar.

Pada perdagangan hari ini Jumat (13/3) saham BUVA turun 5,94 persen ke level Rp950 per lembar.

Artikel Terkait

IHSG Ambruk 3,05%! 629 Saham Rontok di Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada akhir perdagangan Jumat (13/3/2026). IHSG merosot 224,90 poin atau 3,05% ke level 7.137,21.

Bos Astra (ASII) Cicil Beli Saham Harga Pasar

PT Astra International Tbk (ASII) menyampaikan bahwa Thomas Junaidi Alim W selaku Direktur telah melakukan aksi pembelian saham di pasar pada 11 Maret 2026.

Mulia Boga (KEJU) Mau Masuk Bisnis Cokelat & Restoran

Emiten produsen makanan PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) bersiap melakukan ekspansi bisnis baru dengan menambah lini usaha di sektor perdagangan produk makanan hingga layanan restoran.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru