back to top

Harga emas Antam turun Rp17.000 Kamis ini,

Emitentrust.com – Harga emas Antam terbaru yang dipantau dari laman Logam Mulia di Jakarta, Kamis, pukul 08.57 WIB turun Rp17.000, dari semula Rp2.973.000 menjadi Rp2.956.000 per gram.

Sementara, untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam kini menjadi Rp2.720.000 per gram.

‎Adapun emas Antam pada Rabu (4/2/2026) sore sempat mengalami kenaikan Rp27.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017 untuk semua jenis emas mulai dari gramasi 1 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram).

‎Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam terbaru:

‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.528.000.

‎- Harga emas 1 gram: Rp2.956.000.

‎- Harga emas 2 gram: Rp5.852.000.

‎- Harga emas 3 gram: Rp8.753.000.

‎- Harga emas 5 gram: Rp14.555.000.

‎- Harga emas 10 gram: Rp29.055.000.

‎- Harga emas 25 gram: Rp72.512.000.

‎- Harga emas 50 gram: Rp144.945.000.

‎- Harga emas 100 gram: Rp289.812.000.

‎- Harga emas 250 gram: Rp724.265.000.

‎- Harga emas 500 gram: Rp1.448.320.000.

‎- Harga emas 1.000 gram: Rp2.896.600.000.

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Senin ini Naik Rp20.000 per Gram

Harga emas Aneka Tambang pada Senin ini naik Rp20.000 per gram sementara itu harga buyback naik Rp28.000 per gram.

Harga emas Antam turun Jumat ini, simak daftar terbarunya

Harga emas Aneka Tambang pada Jumat ini turun Rp100.000 per gram sementara itu harga buyback juga turun Rp149.000 per gram.

Moody’s Pangkas Outlook Indonesia jadi Negatif dari Stabil

Lembaga pemeringkat Moody's Ratings menurunkan outlook peringkat Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Namun, Moody's mempertahankan rating Indonesia di level Baa2. Hal tersebut disampaikan Moody'

Populer 7 Hari

Berita Terbaru