HRUM Restui Direktur Baru dan Ubah Anggaran Dasar, Mau Rights Issue?
EmitenTrust.com - PT Harum Energy Tbk (HRUM) menambah jajaran direksi dengan mengangkat Stephanus E. D. Sutantio sebagai Direktur perseroan. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 September 2026.
Pengangkatan Stephanus disetujui oleh pemegang saham yang hadir dalam rapat dan berlaku efektif sejak RUPSLB ditutup. Masa jabatan Stephanus akan mengikuti periode jabatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris lainnya, yakni hingga penutupan RUPS Tahunan kelima setelah 27 Mei 2025 atau hingga 27 Mei 2030.
RUPSLB HRUM dihadiri pemegang saham yang mewakili 10,93 miliar saham atau 83,1336% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Agenda pengangkatan Direksi memperoleh persetujuan 99,952% suara yang hadir, dengan 0,048% suara abstain dan tidak terdapat suara yang menolak.
Dengan masuknya Stephanus, susunan Direksi HRUM kini terdiri dari Ray Antonio Gunara sebagai Direktur Utama, Kenneth Scott Andrew Thompson sebagai Direktur, Hariyadi sebagai Direktur, dan Stephanus E. D. Sutantio sebagai Direktur.
Selain perubahan susunan Direksi, pemegang saham HRUM juga menyetujui perubahan sejumlah ketentuan dalam Anggaran Dasar perseroan.
Perubahan tersebut mencakup Pasal 3 mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha, Pasal 24 mengenai Rapat Direksi, dan Pasal 27 mengenai Rapat Dewan Komisaris.
Agenda perubahan Anggaran Dasar tersebut memperoleh persetujuan 99,595% suara pemegang saham yang hadir. Sebanyak 0,357% suara menyatakan tidak setuju dan 0,048% abstain.
RUPSLB kemudian memberikan kuasa kepada masing-masing anggota Direksi HRUM, dengan hak substitusi, untuk melakukan berbagai tindakan yang diperlukan terkait perubahan Anggaran Dasar tersebut.
Mulai efektifnya perubahan manajemen ini membuat struktur Direksi HRUM kini terdiri dari empat orang. Stephanus menjadi anggota baru dalam jajaran Direksi untuk melanjutkan masa jabatan hingga periode yang telah ditetapkan perseroan.
Pada perdagangan hari ini Selasa (22/9) saham HRUM turun 3,91 persen. Dalam sepekan terakhir turun 4,4 persen. Dalam sebulan drop 7,53 persen.
Dalam enam bulan anjlok 19,25 persen. Secara tahunan (YTD) HRUM telah ambles 21,4 persen dari harga Rp1.095 pada 2 Januari 2026.