HSG Ditutup Merosot 1,20%, Dua Saham Grup Bakrie Ambruk 4% di LQ45
EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 1,20% atau 76,30 poin ke level 6.298,60. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona merah dengan level terendah 6.287 dan level tertinggi 6.368 hari ini Kamis (24/9).
Tekanan IHSG tercermin dari seluruh indeks sektoral yang berakhir di zona merah. IDX Sektor Barang Baku menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni 2,17%, diikuti IDX Sektor Perindustrian yang melemah 2,09%.
Selanjutnya, IDX Sektor Properti dan Real Estat turun 1,66%, IDX Sektor Keuangan terkoreksi 1,32%, dan IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer melemah 1,28%.
Tekanan juga terjadi pada IDX Sektor Teknologi yang turun 1,40%, IDX Sektor Infrastruktur 1,14%, IDX Sektor Kesehatan 1,10%, serta IDX Sektor Transportasi dan Logistik yang melemah 0,84%.
Sementara IDX Sektor Energi turun 0,62% dan IDX Sektor Barang Konsumen Primer melemah 0,36%.
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi sebanyak 29,03 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp10,82 triliun. Sebanyak 462 saham melemah, 188 saham menguat, dan 144 saham stagnan.
Di tengah tekanan IHSG, sejumlah saham masih mampu mencatat kenaikan harga. ADES naik Rp3.100 menjadi Rp34.900 per saham, DCII menguat Rp3.000 menjadi Rp201.000, sedangkan PGUN naik Rp325 menjadi Rp9.725 per saham.
Beberapa saham juga mencatat lonjakan signifikan. BIPP naik 33,84% menjadi Rp87, UNSP menguat 25% ke Rp320, sementara WAPO melonjak 24,82% menjadi Rp352 per saham.
Selanjutnya, FORU naik 24,57% ke Rp294 dan ASLI menguat 17,39% ke Rp486 per saham.
Sebaliknya, LIFE turun Rp1.250 menjadi Rp11.425 per saham, POLU melemah Rp875 menjadi Rp17.025, sedangkan GGRM turun Rp350 menjadi Rp17.350 per saham.
Tekanan paling dalam terjadi pada sejumlah saham yang masuk jajaran top losers. MSIN terkoreksi 14,87% menjadi Rp206, SAFE turun 14,61% ke Rp730, dan SDMU melemah 14,60% menjadi Rp76.
Kemudian NASI turun 14,59% ke Rp234 dan MNCN terkoreksi 14,54% menjadi Rp141 per saham.
Dari sisi frekuensi transaksi, BMRI menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan 50.594 kali transaksi senilai sekitar Rp748 miliar. Berikutnya ASLI tercatat 49.559 kali transaksi senilai Rp318 miliar dan BUMI sebanyak 37.672 kali transaksi senilai Rp394 miliar.
Di jajaran saham LQ45, DEWA menjadi top loser dengan penurunan 4,21% ke Rp364 per saham, disusul BUMI yang turun 4,15% ke Rp185 dan MBMA melemah 3,81% ke Rp505 per saham.
Sementara itu, beberapa saham LQ45 masih mampu menguat. AKRA naik 2,05% ke Rp1.490 per saham, MEDC menguat 1,71% ke Rp1.490, dan ICBP naik 1,45% ke Rp6.975 per saham.