back to top

IHSG Bangkit! BUMI, AMMN, ASII Melaju Kencang Siang Ini

Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan menguat pada perdagangan sesi pertama Rabu (25/3/2026). Hingga siang hari, IHSG naik 92,35 poin atau 1,30% ke level 7.199,19.

Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak di zona hijau, dengan tujuh dari total sebelas sektor mencatatkan kenaikan.

Sektor energi menjadi pendorong utama dengan lonjakan 3,91%. Disusul sektor perindustrian yang naik 3,74%, sektor barang konsumen non primer menguat 2,55%, serta sektor transportasi yang naik 2,47%.

Selanjutnya, sektor infrastruktur juga mencatat kenaikan 2,05%, diikuti sektor barang konsumen primer sebesar 1,15% serta sektor properti dan real estate yang naik 0,40%.

Di sisi lain, beberapa sektor masih berada di zona merah, yakni sektor teknologi yang melemah 0,83%, sektor keuangan turun 0,61%, sektor barang baku terkoreksi 0,48%, serta sektor kesehatan yang melemah tipis 0,09%.

Aktivitas perdagangan saham terpantau cukup ramai dengan volume mencapai 25,93 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp13,30 triliun. Sebanyak 532 saham menguat, 181 saham melemah, dan 105 saham stagnan.

Di indeks LQ45, saham dengan kenaikan terbesar dipimpin oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melonjak 8,74% ke Rp224 per saham. Disusul PT Astra International Tbk (ASII) yang naik 7,76% ke Rp6.250 per saham serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menguat 7,34% ke Rp4.970 per saham.

Sementara itu, saham dengan pelemahan terdalam di LQ45 dipimpin oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang turun 7,74% ke Rp4.050 per saham. Diikuti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang melemah 3,75% ke Rp1.925 per saham serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang turun 2,93% ke Rp3.640 per saham.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru