IHSG Berbalik Merah, Turun 0,69 Persen di Sesi I

IHSG Berbalik Merah, Turun 0,69 Persen di Sesi I
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah dan terus tertekan hingga akhir perdagangan sesi pertama, Senin (24/8/2026). Setelah sempat menguat 0,15% pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG berakhir turun 45,045 poin atau 0,69% ke level 6.480,645.

Pelemahan IHSG terutama dipicu tekanan pada mayoritas indeks sektoral. Sektor kesehatan menjadi pemberat terbesar setelah anjlok 2,31%, disusul sektor transportasi dan logistik yang turun 1,16%, serta sektor keuangan yang melemah 0,93%.

Tekanan juga terjadi pada sektor properti dan real estate sebesar 0,84%, barang konsumer non-primer 0,58%, teknologi 0,40%, energi 0,32%, barang konsumer primer 0,29%, dan infrastruktur 0,09%.

Di sisi lain, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor barang baku menguat paling tinggi sebesar 0,71%, sedangkan sektor perindustrian naik 0,15%.

Dari aktivitas perdagangan, total volume transaksi mencapai 24,79 miliar saham dengan nilai transaksi Rp9,03 triliun. Sebanyak 370 saham melemah, 233 saham menguat, dan 186 saham bergerak stagnan.

Sejumlah saham mencatat kenaikan harga signifikan. POLU naik Rp2.275 menjadi Rp13.650 per saham, SINI bertambah Rp675 menjadi Rp8.750, sedangkan DNET naik Rp650 menjadi Rp10.600 per saham.

Sebaliknya, ADES menjadi salah satu saham dengan penurunan harga terbesar, yakni turun Rp1.250 menjadi Rp31.500 per saham. SRAJ merosot Rp975 menjadi Rp13.125 dan MPRO turun Rp600 menjadi Rp12.525 per saham.

Saham yang paling aktif diperdagangkan antara lain BUMI dengan 47.617 kali transaksi senilai Rp526,9 miliar, PIPA sebanyak 40.946 kali senilai Rp139 miliar, dan INET sebanyak 38.426 kali senilai Rp239 miliar.

Di jajaran LQ45, XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL) menjadi top loser dengan koreksi 25,28%, disusul Surya Citra Media (SCMA) yang turun 3,70% dan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) melemah 2,59%.

Sementara itu, top gainers LQ45 ditempati Indika Energy (INDY) yang naik 2,25%, Adaro Andalan Indonesia (AADI) menguat 1,79%, dan Bukit Asam (PTBA) bertambah 1,67%.