IHSG Ditutup Kembali Merah! Sudah 6 Hari Beruntun Tertekan

IHSG Ditutup Kembali Merah! Sudah 6 Hari Beruntun Tertekan
Lantai perdagangan saham di BEI
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Indeks turun 24,30 poin atau 0,38% ke level 6.436,85, sekaligus memperpanjang pelemahan menjadi enam hari perdagangan berturut-turut.

IHSG bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan dengan level terendah di 6.461 dan tertinggi 6.549, setelah dibuka pada posisi 6.534. Tekanan pasar turut dibayangi sentimen eksternal berupa kenaikan harga minyak global serta ekspektasi terhadap arah suku bunga The Fed.

Delapan indeks sektoral berakhir melemah. Sektor perindustrian menjadi penekan terbesar dengan koreksi 1,56%, disusul sektor keuangan yang turun 1,36% dan energi melemah 1,27%.

Tekanan juga terjadi pada sektor properti sebesar 1,03%, transportasi dan logistik 0,89%, barang konsumen primer 0,69%, barang baku 0,73%, serta teknologi 0,37%.

Di sisi lain, tiga sektor berhasil bertahan di zona hijau, yakni kesehatan yang naik 0,24%, infrastruktur 0,17%, dan barang konsumen siklikal 0,05%.

Meskipun IHSG terkoreksi, jumlah saham yang menguat masih mendominasi perdagangan. Sebanyak 439 saham naik, 201 saham turun, dan 151 saham stagnan.

Total volume perdagangan mencapai 24,43 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp12,12 triliun.

Dari jajaran saham dengan kenaikan harga nominal terbesar, POLU bertambah Rp2.200 menjadi Rp18.000 per saham. Kemudian BYAN naik Rp1.150 menjadi Rp11.350 dan SINI menguat Rp1.125 menjadi Rp14.475 per saham.

Sementara itu, jajaran top gainers dipimpin DEFI yang melonjak 34,95% atau 36 poin ke Rp139. Berikutnya CCSI naik 24,85% menjadi Rp442, sedangkan VOKS menguat 24,61% ke Rp324.

ALKA juga melesat 18,87% menjadi Rp7.400 dan TRJA naik 18,85% ke Rp145.

Sejumlah saham mencatat penurunan harga nominal cukup besar. DCII merosot Rp6.425 menjadi Rp192.250 per saham. Selanjutnya ARKO turun Rp410 ke Rp3.970 dan MPRO melemah Rp250 menjadi Rp11.850.

Untuk top losers, SAPX menjadi saham dengan penurunan terbesar setelah anjlok 14,85% ke Rp430. SMRA terkoreksi 13,25% menjadi Rp288, diikuti RIGS yang turun 10,07% ke Rp625.

Sementara LAPD melemah 9,67% menjadi Rp84 dan CSMI turun 9,59% ke Rp179.

Dari sisi aktivitas transaksi, DPUM menjadi saham yang paling sering diperdagangkan dengan 53.313 kali transaksi senilai Rp117 miliar. Posisi berikutnya ditempati DEWA dengan 40.282 transaksi senilai Rp356 miliar dan BUMI sebanyak 35.862 transaksi senilai Rp502 miliar.

Di jajaran indeks LQ45, Darma Henwa (DEWA) menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 6,57% ke Rp370 per saham. Kemudian Alamtri Minerals (ADMR) turun 4,43% menjadi Rp1.510 dan Bumi Resources (BUMI) melemah 2,88% ke Rp202.

Sebaliknya, Vale Indonesia (INCO) menjadi penguat terbesar LQ45 dengan kenaikan 4,09% ke Rp4.830 per saham.

Penguatan berikutnya dicatat Amman Mineral Internasional (AMMN) sebesar 1,98% ke Rp5.150 dan Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) yang naik 1,81% menjadi Rp7.025 per saham.